Kaperwil Mitrapol Aceh : Pak Presiden Tolong Selamatkan Aceh

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Provinsi Aceh – Kepala Perwakilan Media Mitrapol Aceh Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, S.H., memohon kepada Bapak Presiden Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo agar segera turun tangan untuk menyelamatkan hutan di Aceh.

“Kami sudah lelah berteriak kepada pihak Kepolisian di Aceh, baik itu di Polres – Polres maupun di Polda Aceh, akan tetapi ilegal mining dan ilegal loging semakin “menggila” tanpa peduli dengan teriakan – teriakan dari masyarakat, LSM dan Media,” ucap Teuku Indra.

Kaperwil Mitrapol Aceh mengatakan, jika ia akan segera mengirimkan surat dan bukti serta analisa kasus tersebut kepada Bapak Presiden dan juga akan kirimkan surat tembusannya kepada Bapak Kapolri terkait informasi masyarakat mengenai adanya indikasi terlibatnya para oknum-oknum Polisi yang menjadi beking dilapangan selama ini, sehingga hutan di Aceh menjadi rusak parah,” ungkapnya.

“Menurut informasi Media Mitrapol dapatkan jika setoran kepada para oknum tersebut bervariasi, antara 20 juta sampai 37 juta per unit/bulan, tergantung wilayahnya,” ujar Teuku Indra.

Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, S.H. – Kepala Perwakilan Mitrapol Aceh

Kaperwil Mitrapol Aceh mengatakan ia sangat bersedia memberikan informasi – informasi tanpa hoax terkait hal tersebut kepada Bapak Presiden dan Bapak Kapolri,” ujarnya.

Informasi yang media Mitrapol berikan nanti adalah sebagai bentuk cinta kami kepada NKRI dan Polri yang pastinya dengan data akurat, siapa saja panitia (kaki tangan oknum) di daerah – daerah terjadinya kejahatan lingkungan tersebut dan siapa “Oknum Polisi” yang ikut bermain, baik di Polres ataupun di Polda Aceh Terkait pekerjaan yang ilegal tersebut…? Sesuai informasi masyarakat dan data awak Mitrapol dapatkan dilapangan, jika ilegal mining dan loging telah menyebabkan bencana alam dan mengakibatkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sehingga yang menjadi korban tetaplah masyarakat,” ujar Kaperwil Mitrapol Aceh.

Media Mitrapol selama ini cukup gencar memberitakan tentang kejahatan lingkungan tersebut yang jelas – jelas melanggar hukum selama ini akan tetapi sepertinya kurang mendapatkan tanggapan serius dari Polres-Polres ataupun Polda Aceh, bahkan kami dari Media Mitrapol merasa di musuhi dan di jauhi akibat pemberitaan kejahatan lingkungan tersebut oleh oknum Penegak Hukum,” ucap Kaperwil Mitrapol Aceh.

Teuku Indra selaku Kepala Perwakilan Media Mitrapol Aceh sulit memberikan informasi – informasi penting terkait pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para oknum masyarakat ataupun oknum Polisi “Nakal” kepada Kapolda Aceh, Bapak Irjen.Pol.Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M., karena whats’Apps Kepala Media Mitrapol Aceh, diduga telah di blokir oleh Bapak Kapolda Aceh itu tanpa alasan yang jelas.

Kapolda Aceh selaku Pengayom dan pejabat publik seharusnya tidak melakukan hal tersebut dan seharusnya Kapolda Aceh dapat mencontoh Bapak Kapolri kita yang menjadikan sahabat dekatnya Bapak Kapolri terhadap orang yang memenangkan Mural atau seorang pengkritik Polri melalui mural beberapa waktu yang lalu, kami prihatin melihat Bapak Kapolri yang telah berusaha keras selama ini untuk mengangkat citra Polri di mata masyarakat Indonesia akan tetapi seperti tidak didukung oleh bawahannya, khususnya di Aceh,” ucap Kaperwil Mitrapol Aceh.

“Pak Presiden dan Pak Kapolri, “masyarakat Aceh telah mengalami konflik peperangan dan tsunami, tolong bantu masyarakat Aceh jangan sampai menjadi korban bencana alam lagi akibat ulah para oknum yang bejat dan serakah, masyarakat Aceh sudah sangat lelah, tolong selamatkan masyarakat Aceh dari ancaman bencana alam akibat ulah para penjahat lingkungan dan para oknum bejat tersebut sehingga terjadi rusaknya hutan di Aceh yang cukup parah yang mengakibatkan bencana alam, banjir dan longsor yang selama ini masyarakat alami,” tutup Kepala Kaperwil Media Mitrapol Aceh.

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *