Ini Penjelasan Lurah sanghiang Jaya terkait Bangunan BSI

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tangerang Kota – Terkait bangunan gedung 3 Lantai milik Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Tangerang, yang berada di Jalan Gatot Subroto, RT.003/RW 001, Sangiang Jaya, Kota Tangerang, baru-baru ini menjadi sorotan. Pasalnya, terlihat longsor di salah satu sisi bangunan dengan panjang mencapai kurang lebih 10 meter persis di sepanjang pondasi bangunan.

Dari keterangan warga di lingkungan, bangunan tersebut dibangun tahun 2013 di atas lahan milik yang berinisial A. Hal itupun dibenarkan oleh pemilik tanah, saat ditemui wartawan di lokasi bahkan dirinya menyampaikan, kalau gedung bangunan tersebut dijual kepada Pihak Bank senilai 4,5 miliar.

Ada sanksi yang akan dihadapkan, sesuai keterangan bidang penyidik Satpol PP Kota Tangerang. Pasalnya keberadaan bangunan sudah melanggar aturan. Lahan yang seharusnya diperuntukan untuk fasos fasum atau yang saat ini menjadi saluran air masyarakat, (Drainase) diserobot oleh pemilik tanah, dan tidak sesuai Garis Sepadan jalan (GSJ) atau Garis Sepadan Bangunan(GSB) menjadi longsor. Efeknya, banjir di pemukiman warga tidak terhindarkan. Karena saluran air tertimbun longsor.

Ini Penjelasan Lurah sanghiang Dwina L Nugraha SSTP, MM saat di temui di Ruang Kerjanya, menjelaskan, kalau singkat ceritanya Tanah warga kita dibeli oleh Pak Andreas kemudian di dirikan Bangunan Ruko sebanyak 3 Unit Satu disewakan oleh pihak swasta Lalu untuk Bengkel kemudian dibeli oleh Perusahaan BUMN yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI). Selasa (06/01/22)

BSI itu Membeli Bangunan mungkin sudah Jadi dan tidak mengetahui bahwa ada sebagian lahan itu drainase masuk lahannya Fasos atau Fasum, tembok yang berdiri itu kena Hujan angin yang deras Hingga Bagian itu sisi bangunan itu Roboh, Maka kita sudah mengingatkan kepada Pemilik Bahwa sebenarnya tidak boleh mendirikan bangunan diatas drainase tersebut,” kata dia

Kembali menjelaskan menurut dia, “Pada saat pembangunan itu tidak ada penyampaian ke pihak kelurahan ataupun kecamatan tidak ada tembusan kekita terkait IMB itu dari dinas perizinan, dua Minggu kemarin kurang lebih kita sudah ada pertemuan dari perwakilan BSI, Pak Andreas, Pol PP Tangerang dan Dinas Perizinan,

“Hasil dari pada Pertemuan Pihak BSI akan melakukan Renovasi Pembangunan Ruko Tersebut, meski sambil menunggu proses itu tidak ada operasi di Ruko rersebut,” ucapnya

Nah Untuk dinas Terkait yang ada akan dilakukan penindakan sesuai dengan Dinas dinas Terkait, pihak kelurahan hanya menunggu hasil dari pada Rekomendasi dari pihak pihak dinas terkait,” tambah dia

Bahkan RT-RW dipinta ijin Lingkungan saat pembangunan Juga tidak mau mengeluarkan karena ada sedikit lahan Fasos atau Fasum itu dibangun Ruko tepat di atas drainase.” Tutup dia dalam keterangan diruang Kerjanya

 

Pewarta : Shem Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.