Berhasil sita dua alat berat, Polres Pidie ungkap Ilegal Mining di Geumpang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pidie  Aceh – Anggota Satreskrim Polres Pidie berhasil mengungkap kasus ilegal mining di kawasan pegunungan Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie, sejak Jumat 24 hingga Selasa 28 Desember 2021 lalu.

Menurut Kapolres Pidie AKBP Fadli, SH.,SIK.,MH, melalui Kasat Reskrim Muhammad Rizal, SH.,SE.,MH, petugas berhasil menemukan dan menyita dua unit alat berat ekskavator di lokasi penambangan tepatnya di Jalan Geumpang-Meulaboh KM 21, Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang.

Menurut Kasat Reskrim, kronologis pengungkapan ilegal mining ini berdasarkan Surat Perintah Kapolres Pidie Nomor : Sprin.Gas / 217 / XII / RES.5.5 / 2021 / RESKRIM, tanggal 23 Desember 2021.

Kapolres Pidie memerintahkan Kasat Reskrim bersama personil Unit Resmob dan Unit Tipidter Satreskrim beserta Personil Sat Intelkam Polres Pidie untuk menyelidiki dan mengungkap kasus tindak pidana Ilegal Mining yaitu melakukan penambangan emas ilegal dengan menggunakan alat berat excavator.

Pada Jum’at 24 Desember 2021 sekira pukul 00.15 WIB, tim berangkat dari Polres Pidie untuk melakukan penertiban tambang emas ilegal. Setelah mengetahui titik lokasi penambangan emas ilegal tersebut, Kasat Reskrim bergerak bersama tim pada Minggu 26 Desember 2021.

Sekitar pukul 00.30 WIB, tim berangkat dan tiba di KM 21 sekira pukul 03.00 WIB. Petugas langsung masuk ke dalam hutan menyusuri Alue Riek di Gampong Gangkeh Kecamatan Geumpang, Pidie dengan berjalan kaki melalui jalan setapak sejauh 15 KM.

Kasat Reskrim mengungkap, perjalanan menuju lokasi penambangan dengan menghabiskan waktu sekitar 5 jam perjalanan kaki. Petugas mengikuti jalan yang diduga baru dilewati oleh alat berat penambang emas ilegal.

Tim pun langsung melakukan penyelidikan dan mengikuti jejak jalan tersebut dan menemukan satu unit alat berat excavator merk Hitachi warna oranye, yang disembunyikan pelaku di dalam hutan. Jarak lokasi alat berat tersebut dengan lokasi tambang emas ilegal sekitar 500 meter.

Polisi menduga para penambang emas ilegal telah pergi melarikan diri sebelum polisi muncul di lokasi. Alat berat itu pun disita aparat sebagai barang bukti tindak pidana ilegal mining.

Kasat Reskrim juga sempat membagi tim dan mengikuti jejak jalan yang dilewati alat berat, hingga menemukan satu unit excavator lainnya. Kedua alat berat itu dievakuasi keesokan harinya, namun salah satu barang bukti itu mengalami kerusakan mesin, sehingga ditinggalkan di lokasi.

Muhammad Rizal menuturkan, saat keluar dari hutan, petugas melihat sudah ditunggu oleh sekitar 300 orang untuk menghalangi proses evakuasi alat berat tersebut, namun Kasat Reskrim berhasil bermediasi dengan massa, ketika itu juga hadir seorang tokoh ulama, Abu Keune.

Setelah mediasi dengan massa sampai pukul 23.50 WIB, maka Kasat Reskrim berhasil memberikan pengertian kepada massa tersebut, tim pun melanjutkan evakuasi satu unit alat berat Selasa sekira pukul 02.00 WIB.

Kemudian, excavator itu diamankan di Kantor PUPR Kabupaten Pidie untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Saat ini tim terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku penambangan emas ilegal,” ungkap Muhammad Rizal saat ditemui Wartawan MITRAPOL, di Mapolres Pidie, Rabu 12 Januari 2022.

Kaperwil Mitrapol Aceh,Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,SH, mengapresiasi atas penindakkan terhadap tambang emas ilegal yang di lakukan oleh Polres Pidie baru-baru ini dan ia juga menyampaikan jika bisa kedepannya setiap operasi pemberantasan ilegal mining, Polres Pidie dapat menangkap minimal sepuluh excavator agar semakin hari akan semakin cepat habis para penjahat lingkungan tersebut yang berjumlah ratusan exacavator ucapnya.

 

 

Pewarta : Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *