Masyarakat Pidie berharap Mitrapol dapat sampaikan aspirasinya ke Presiden dan Kapolri

  • Whatsapp
Abdul Hamid bersama M Nur Ali alis Raja Dody tokoh masyarakat di Pidie

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Tambang Emas ilegal sudah sangat meresahkan masyarakat wilayah Geumpang Manee, Kabupaten Pidie tidak tahan lagi sampai harus mengadu kepada wartawan.

Pada Rabu 12 Januari 2022, Wartawan MITRAPOL yang menerima informasi langsung dari tokoh masyarakat terkait maraknya penambangan emas ilegal di pegunungan Geumpang, Pidie, turun langsung untuk memperoleh informasi.

Abdul Hamid, salah satu tokoh masyarakat yang juga bagian dari Komite Peralihan Aceh (KPA), saat ditemui di Kabupaten Pidie, mengungkapkan bahwa penambangan emas ilegal sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Ia mengaku, selama ini para pelaku terkesan sama sekali tidak tersentuh hukum, karena itu, ia mengharapkan adanya peranan media untuk meneruskan informasi kepada pihak yang lebih berwenang, baik kepada Kapolri bahkan ke Presiden.

Abdul Hamid, menceritakan bagaimana nasib masyarakat sekitar lokasi penambangan emas ilegal yang hari-harinya harus waspada terhadap berbagai ancaman bencana alam, belum lagi masyarakat diresahkan jika tiba-tiba kawanan gajah turun dengan beringas merusak tanaman warga.

Eks anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah menerima pelatihan militer di Libya ini menuturkan bagaimana dirinya dirugikan hingga puluhan juta rupiah setelah tanaman pinang miliknya diobrak-abrik oleh kawanan gajah liar yang habitatnya terganggu akibat ulah para penambang emas ilegal maupun ilegal logging di kawasan Geumpang-Manee, Pidie.

“Kami rugi sekali akibat Tambang Emas ilegal di Kecamatan Manee dan Geumpang, oleh karena itu kami harap untuk segera ditutup, sebab penilaian kami semua hanya menguntungkan satu pihak saja, masyarakat dirugikan, apalag para petani,” ujarnya saat diwawancara awak Media Mitrapol.

Ia menyebutkan jika banyak masyarakat yang dirugikan sejak adanya penambangan emas ilegal maupun ilegal logging. “Sangat berbahaya dampaknya itu untuk seluruh wilayah Pidie, terutama bahaya hewan liar yang mengganggu kebun-kebun masyarakat, sudah habis rusak,” katanya.

Muallimin wilayah Pidie itu juga mengungkapkan adanya oknum warga yang bekerja khusus untuk mengambil setoran kepada para penambang, namun ia tidak tahu persis siapa yang menyuruh mereka mengambil setoran, hanya saja, ada pihak yang menyeret nama Polda Aceh.

“Saya sudah wawancara itu, katanya setoran untuk Kapolda, untuk Kapolres, Dandim, itu yang saya dengar, tapi saya tidak tahu juga,” bebernya sambil menyebut dua sosok yang bekerja untuk mengambil setoran uang kepada penambang.

Abdul Hamid yang mengaku kebun pinang miliknya sebanyak 4.000 batang habis dirusak gajah liar dan merugi hampir Rp 100 juta. Tapi, dia mengaku sama sekali belum pernah melihat ada penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap para pelaku penambang emas ilegal maupun perambah hutan.

“Ada saya dengar, ada yang ditangkap tapi dilepas lagi. Saya beberapa kali duduk sama panitia (oknum pengambil uang setoran), saya tanya kemana uang yang diambil itu, disetorkan kepada pihak tertentu, kepada pihak yang berwajib,” ungkapnya.

Karena itu, ia dan masyarakat berharap kepada Presiden untuk memerintahkan Kapolri agar segera untuk menutup seluruh tambang emas ilegal di kawasan Geumpang dan Manee, Kabupaten Pidie.

Hal yang sama disampaikan tokoh masyarakat lainnya, M Nur Ali alias Raja Dody, menurutnya, penambangan emas ilegal di Geumpang maupun di Manee, saat ini sudah sangat merajalela.

Ia melihat msalah penambangan emas ilegal bahkan perambahan hutan, terkesan dibiarkan tanpa penindakan serius dari pemerintah maupun penegak hukum untuk menyelamatkan lingkungan.

“Saya sudah lama mencium soal tambang emas ilegal ini yang sangat merugikan masyarakat, karena itu yang dikelola oleh oknum oknum tertentu yang tidak ada manfaatnya untuk masyarakat dan imbasnya sangat besar kepada para petani, para pekebun, yang rusak akibat beberapa faktor salah satunya turunnya gajah ke perkebunan warga karena habitatnya di rusak,” katanya.

Dia meyakini, rusaknya alam di kawasan pegunungan telah menyebabkan kawanan gajah liar turun ke kebun warga dan merusak semua tanaman, kemudian masalah banjir yang diduga kuat karena imbas ilegal logging.

Ia juga menegaskan, jika pun ada yang datang membantu kerusakan tanaman warga , tidak seberapa dengan yang telah dirusak oleh kawanan gajah liar.

“Kalau saya melihat aparat disini seperti polisi, datang (ke lokasi penambangan) ada, akan tetapi pekerja (penambang) terus bekerja, tidak ada penindakan atau yang ditangkap, menurut saya belum ada,” ujarnya.

Artinya, ada pihak kepolisian yang datang ke lokasi penambangan emas ilegal tapi tidak menangkap dan membawa alat berat untuk diproses hukum, Ia pun menyinggung terkait minyak yang digunakan alat berat penambang ilegal, yang menurutnya juga minyak hasil penjualan secara ilegal.

“Karena minyak ada yang subsidi kan ada yang bukan subsidi, berarti ini ratusan beko itu bisa bekerja, kami tidak mengerti, yang jelas, saya berharap Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kapolda dan Presiden, itu untuk segera menutup tambang emas ilegal di Geumpang,” tegasnya.

Menurutnya, penutupan ilegal mining sangat tergantung kepada pihak Pemerintah dan penegak hukum, salah satunya dengan cara memutus suplai minyak ke penambang ilegal, karena menurutnya, kalau tidak ada minyak, maka alat berat penambang tidak akan dapat bekerja.

Di akhir wawancara, Raja Dody panggilan akrabnya juga mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, masalah penambangan emas ilegal meningkat tajam di kawasan Geumpang dan Manee.

“Kami ingin melapor kemana, kalau disini mungkin kami sudah wawancara dengan aparat – aparat berwenang yang berhak itu, tapi tidak ada respon, entah apa itu penyebabnya, makanya kami kalau bisa langsung menghadap Presiden atau bagaimana kalau bisa harus bisa sampai ke Bapak Presiden supaya menangani ilegal mining dan loging ini, yang telah membuat kami resah,” jelasnya.

Masyarakat sangat berharap masalah tambang emas ilegal ini tidak terus dibiarkan begitu saja, perlu ada tindakan cepat dan tepat dengan menutup seluruh tambang ilegal yang ada secara tegas dan tuntas, tanpa pandang bulu.

Media Mitrapol menunggu tanggapan dari semua pihak terkait pemberitaan ini

 

 

Pewarta : Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *