Terkait sedimentasi dan abrasi dampak pembangunan, PLTU Banten 2 Labuan kembali  didemo aktifis dan Mahasiswa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – PLTU Banten 2 Labuan kembali disoal oleh sejumlah Aktifis dan Mahasiswa, Setelah sebelumnya untuk yang kesekian kali aksi yang sama dilakukan oleh mereka pada minggu lalu terkait dampak pembangunan yang banyak dikeluhkan oleh warga sehingga menimbulkan polemik di masyarakat sekitar. Kamis (13/1/2022)

Aksi yang dilakukan oleh gabungan dari beberapa Aktifis dan Mahasiswa ini, Tergabung dalam Posko Keadilan Rakyat Indonesia (AMSIP, BEM STKIP Babunnajah, BEM UNMA Banten, SURGA-I dan RKRI) bersama masyarakat Cibama.

“Berdirinya PLTU Banten 2 Labuan di Desa Sukamaju Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dari tahun ke tahun menimbulkan dampak Negatif terhadap ekosistem Laut di sekitar PLTU Banten 2 Labuan,” ungkap Agus Korlap aksi demo saat melakukan orasinya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan,”Dari perubahan suhu Laut, dan terpotongnya arus ombak oleh bangunan Jetty kanal yang menjorok ke Laut sepanjang 1600 meter menyebabkan perubahan arus air Laut, sehingga mengakibatkan menumpuknya material yang dibawa oleh aliran sungai Cibama disebelah Selatan bangunan Jetty kanal PLTU Banten 2 Labuan, sehingga menimbulkan daratan baru seluas 12 meter persegi yang menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran sungai dan menyebabkan terjadinya banjir di Kp. Bama Hilir Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran jika terjadi musim hujan,” pungkasnya

Dampak pembangunan PLTU 2 Labuan diutarakan juga oleh salah satu koordinator lapangan yang enggan disebutkan namanya

“Laut mengalami pendangkalan, karena menumpuknya material lumpur yang dibawa oleh aliran sungai Cibama, menutup Karang Bama dan Karang Panjang sebagai tempat habitat berbagai macam ikan Laut, hal ini berdampak kepada kehidupan nelayan yang bergantung pada ikan di Laut tersebut,” bebernya.

“Di sisi sebelah Utara bangunan Jetty Kanal PLTU berdampak terhadap terpotongnya arus ombak dan membuat meningginya permukaan air Laut di daerah tersebut, sehingga menyebabkan salah satu pulau yang bernama Pulau Popole mengalami abrasi,” pungkasnya.

Dalam aksinya para Aktifis dan Mahasiswa menginginkan adanya pengerukan daratan timbul yang diakibatkan oleh bangunan Jetty Kanal, Rehabilitasi pantai sekitar PLTU, Reboisasi  zona abrasi, Modifikasi bangunan Jetty kanal, berikan ganti rugi kepada Masyarakat yang terdampak dan pihak PLTU Banten 2 Labuan harus bertanggung jawab atas rusak nya ekosistem laut.

Sementara, Humas PLTU Banten 2 Labuan belum bisa memberikan keterangan hingga saat ini dan aksi Mahasiswa berlanjut hingga sore ini di pintu gerbang masuk yang tertahan oleh barisan Aparat Penegak Hukum yang dijaga ketat.

 

 

Pewarta : Heru/ Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *