Jamaludin: Dilema Tambang Rakyat Geumpang Pidie

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pidie Aceh – Tambang emas ilegal di Geumpang Pidie yang menjadi sorotan publik selama ini karena telah merusak alam dan berdampak pada lingkungan, tambang emas di kawasan pegunungan Geumpang dan Mane itu merupakan tambang emas warisan leluhur yang saat ini dikerjakan oleh masyarakat ucap Humas FM – Geuma, Jamaluddi.

Jamaludin mengatakan dalam pres rilisnya pada Sabtu (15/1/22), kalau Tambang emas Geumpang dan Mane itu sudah banyak merubah nasib warga sekitarnya

Masih kata Jamaluddin, ketika bencana alam Tsunami menimpa Aceh, banyak hal yang berubah, terutama Geumpang dan Mane yang dulu menjadi daerah basis Gerakan Aceh merdeka (GAM) di masa konflik Aceh tersebut, warga Geumpang dan Mane yang telah merasakan pahit asamnya bertahan hidup dalam situasi konflik saat itu dan geumpang adalah merupakan tempat persembunyian para mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ungkapnya.

Musibah Tsunami Aceh menjadikan Geumpang sebagai tempat menyelamatkan diri setiap masyarakat yang terkena tsunami untuk menghindari dari lokasi terjadinya tsunami saat itu, terang Jamaluddin.

Seluruh warga Geumpang bergotong-royong guna menyediakan bekal untuk siapa saja yang melintas dalam mencari sanak saudaranya yang hilang akibat bencana tsunami, satu-satunya akses yang dapat menghubungkan Banda Aceh dengan wilayah Barat Selatan adalah lintas Geumpang ucap jamaluddin.

Awal Tahun 200, Allah bukakan pintu hidayah-Nya kepada warga Geumpang dan Mane dengan beroperasinya tambang emas di pegunungan tersebut ucap Jamaluddin.

Tambang emas rakyat Geumpang sudah banyak merubah nasib warga Geumpang dan Aceh pada umumnya, Geumpang yang dulunya merupakan daerah paling ujung dan tertinggal di kabupaten Pidie kini menjadi daerah yang memberikan konstribusi kepada siapa saja yang mau mencari nafkah di kawasan tersebut.

Kini sudah banyak rumah-rumah beton, kendaraan roda empat, roda dua, tempat ibadah, fasilitas umum dan putra-putri Geumpang – Mane juga dapat melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi dari hasil kegiatan tambang emas di geumpang ujar Humas FM – Geuma ini.

Masyarakat miskin, anak yatim, pedagang kecil, pedagang besar, tukang ojek, pekerja kasar, dan pencari sumbangan ikut juga merasakan hasil tambang rakyat tersebut.

Acara-acara majelis juga sering didanai oleh sumbangan para penambang emas, bahkan Program Pemerintah Vaksinasi masal kabupaten Pidie dengan kupon berhadiah itu juga merupakan konstribusi dari para Penambang emas Geumpang ujar Jamaluddin.

Semoga Pemerintah tidak memandang sebelah mata tambang emas Geumpang karena banyak konstribusi yang sudah di hasilkan dari tambang emas rakyat tersebut ujar jamaluddin.

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pidie seharusnya tidak menutup mata untuk kelangsungan Tambang emas rakyat di Geumpang, tutupnya.

 

 

Pewarta : T. Indra

Pos terkait