Proyek Pembangunan Gudang, Korbankan Pohon penghijauan Satpel pertamanan dan kehutanan Geram

MITRAPOL.com, Diduga keras tak kantongi izin Menebang sebuah proyek pembangunan gudang melakukan penebangan pohon penghijauan membuat kasatpel Sudin pertamanan dan Hutan Geram di Jl. Peternakan II, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat pantauan wartawan pada, Minggu (16/1/2022)

Setelah dikonfirmasi melalui telpon WhatsApp, Firman Kasatpel Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, Kecamatan Cengkareng, langsung turun kelokasi penebangan pohon tersebut bersama Baharudin Pengawas dari Sudin Pertamanan dan Kehutanan Jakarta Barat.

Dikonfirmasi dilokasi, Baharudin mengatakan, sebelumnya dirinya juga telah mendapatkan informasi terkait adanya penebangan pohon itu. Sebagai aparatur pemerintah yang bertanggung jawab melakukan pengawasan dibidang pertamanan dan Hutan Kota pihaknya juga merasa dipermainkan, pasalanya ketika ia datang ke lokasi untuk mengetahui informasi siapa yang bertanggung jawab terkait penebangan pohon itu, para pekerja terkesan menutupi dan melempar tanggung jawab itu kesana-kemari

” Setelah dapat informasi, saya kesini (lokasi penebangan). oke benar ada penebangan, saya kesitu (proyek pembangunan) eh saya di lempar kesini (sebuah pabrik/gudang disamping lokasi proyek) oke kalo seperti ini saya akan bersurat,” ungkapnya pada wartawan dilokasi, Senin (17/01/2022)

“Pelaku Penebang Pohon penghijauan yang tidak Bertanggung jawab akan dikenakan sangsi dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 30 (tiga puluh) hari dan paling lama 180 (Seratus delapan puluh) hari atau denda paling sedikit Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) dan paling banyak Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah),” tambah dia

Seperti diketahui dalam Perda Nomor 8 Tahun 2007 pada BAB III by tentang Tertib Jalur Hijau, Taman dan Tempat Umum

Pasal 12 huruf G yang berbunyi : Setiap orang atau badan dilarang memotong, menebang pohon atau tanaman yang tumbuh di sepanjang jalan, jalur hijau dan taman.

Seperti diketahui pada Perda Nomor 8 Tahun 2007 tersebut juga menegaskan dalam Bab XIV Ketentuan Pidana pasal 61 point 3 menyebutkan. Setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 2 ayat (7), Pasal 3 huruf g, huruf h, huruf j, Pasal 5 huruf b, huruf c, Pasal 6, Pasal 12 huruf b, huruf d, huruf g, Pasal 19 huruf a. Pasal 20, Pasal 22 huruf b, huruf f, Pasal 23 ayat (1), Pasal 24 ayat (1), Pasal 36 ayat (3), Pasal 37 ayat (1), ayat (2) dan Pasal 43 dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 30 (tiga puluh) hari dan paling lama 180 (Seratus delapan puluh) hari atau denda paling sedikit Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) dan paling banyak Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Namun disisi lain saat dikonfirmasi para pekerja menjelaskan bahwa Tidak mengetahui siapa yang melakukan penebangan Pohon Penghijauan yang tidak pakai aturan tersebut.

“Saya tidak Tau mas saya cuma pekerja Proyek Gudang ini, kalau pohon itu yang di depan gerbang di Tebang saya pun tidak Tau,” kata salah satu pekerja proyek saat dikonfirmasi di lokasi proyek

 

Pewarta : Shem Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.