7 Pengacara bersatu bantu Marjani korban pembacokan Mbah Minto

MITRAPOL.com, Demak Jateng- Masih ingat dengan Kasminto alias Mbah Minto (74) yang membela diri melawa Marjani (38) yang diduga mencuri ikan, hari Kamis (20/1/2022) disidangkan terkait dugaan pencurian ikan di kolam yang dijaga Mbah Minto.

Marjani tampak menghadiri persidangan dengan mengenakan kemeja warna kombinasi lengan pendek.Tangan kanannya masih dibalut dengan kain untuk menahan lukanya yang belum masih sakit.Dia hadir didampingi 7 penasehat hukumnya.

“Ini masih sakit, saya masih rutin kontrol juga. Belum bisa untuk beraktivitas sehari-hari.saya memakai baju saja harus dibantu oleh keluarga, tangan saya bekas nangkis clurit (sajam) hampir putus jari-jarinya,” terang Marjani, saat ditemui awak media di PN Demak, Kamis (20/1/2022).

Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Haryanta, dalam sidang Haryanta berpesan kepada Marjani agar bisa kooperatif selama menjalani tahan kota.

“(Marjani) Dalam tahanan kota, namun suatu saat bisa berubah apabila Hakim memandang itu perlu. Oleh karena itu saudara saya minta (Marjani) kooperatif sampai minggu depan untuk acara yang sama (Jaksa ) penuntut umum diperintahkan menghadirkan terdakwa dalam sidang yang akan datang,” ujar Haryanta saat sidang.

Terpisah, pengacara Marjani, Herry Daman SH, menyebut agenda hari ini adalah pemeriksaan saksi dan pelapor (Suhadak) saksi yang dipanggil yakni pemilik kolam Suhadak sebagai pelapor dan saksi Sofyan.

“Hari ini adalah pemanggilan saksi-saksi dari JPU. Dalam persisangan ini memang ada dua saksi pelapor yaitu Suhadak dan Sofyan nanti Minggu depan oleh JPU,” terang penasehat hukum Marjani, Herry Darman SH di PN Demak.

Herry menyebut dalam persidangan tersebut pihaknya mempertanyakan keberadaan barang bukti ikan. Dia juga mempertanyakan jumlah ikan dalam barang bukti tersebut.

“Dalam persidangan tadi ada yang kami pertanyakan bahwa ada barang bukti yang kami akan kejar, dimana ada barang bukti ikan itu belum disajikan di depan pengadilan. Lha ini akan kami persoalkan nanti, kenapa ikan sebagai bukti yang dikatakan okeh Suhadak itu 15 kg, kami pertanyakan bahwa tidak bisa dihadirkan di dalam persidangan ini, sedangkan klein kami mengatakan ikan hasil setrum ada 4 kg, ujar Herry Darman SH.

 

 

Pewarta : Safik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.