Kepsek SD Belongkut larang siswa tatap muka bagi yang belum Vaksin

MITRAPOL.com, Labura Sumut – Kepsek Desa Belongkut 114350, Labura diduga enggan memberikan klarifikasi atas pelarangan anak didiknya bersekolah lantaran belum mengikuti vaksinasi.

Awak media telah menguhungi nomor Kepsek berulang kali namun tak dijawab. Pesan konfirmasi via Whatsaap yang dikirim juga belum ditanggapi.

Bahkan nomor wa awak media yang berupaya menggali informasi kini malah di blokir oleh Kepsek SD Belongkut.

Sebelumnya informasi mencuat, salah seorang siswa kelas 3 SD Belongkut 114350, dikabarkan mendapat larangan bersekolah tatap muka oleh pihak sekolah lantaran belum menerima vaksinasi

Agus Suhaimi Rambe, ayah HI mengaku khawatir akan dampak buruk yang muncul bagi anaknya setelah mendapat larangan mengikuti pelajaran bersama teman-temannya di sekolah tersebut.

Selain tertinggal mata pelajaran, Agus juga khawatir putranya terganggu fsikologisnya karena diberlakukan aturan kebijakan Kepala Daerah Labuhan Batu Utara ,seakan diasingkan oleh kebijakan dari sekolah karena kebijakan Pemerintah daerah setempat.

Lain sisi, enggannya pihak sekolah SD 14350 Bolungkut memberikan keterangan atas pelarangan anak didik mengikuti pelajaran tatap muka meningalkan kesimpangsiuran informasi.

Ketika dihubungi awak media melalui WA, Kepsek kembali menjelaskan, Kalau aturan tersebut dari atasan kami Pak .

Jelasnya kembali, Pak saya bukan buat peraturan sekolah, peraturan itu jelas terlihat dari Pemda Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Dugaan-dugaan pun muncul atas sikap Kepala dinas Pendidikan Labuhan Batu Utara yang menutup informasi, dimana Irwan Harahap ketika dikonfirmasi tanggal (2 /1/2022) tidak menjawab walau terlihat sudah ceklis dua, tentu sangat disayangkan.

Persoalan anak didik mestinya harus segera mendapatkan solusi, sehingga siswa dapat mengumpulkan bekal pendidikan yang baik bagi masa depannya.

Menanggapi sikap Kepsek SD Belukut, Ketua FPII Labuhanbatu Rajagukguk mengatakan, perihal permasalahan anak didik di lingkungan sekolah semestinya harus segera ditemukan solusi terbaik.

Sehingga anak-anak generasi bangsa lebih bersemangat untuk menggapai mimpi dan cita-citanya.

Kendati begitu, Marhite berharap pihak sekolah bisa membuka diri atas informasi yang dibutuhkan masyarakat sehingga dunia pendidikan Labuhanbatu Utara lebih bergeliat mengejar prestasi.

“Kita dari FPII akan terus berupaya menemui Kepsek SD Belongkut, untuk meluruskan informasi tersebut. Saya sangat berharap komunikasi antara pihak sekolah dengan awak media terjaga baik,” ucapnya.

Awak media, wartawan atau jurnalis miliki peranan serta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Saya saat menyayangkan sikap diam Kepala Dinas Pendidikan Labuhan Batu Utara ini, kepada rekan-rekan media untuk menggali informasi atas peristiwa ini, untuk menjawab kesimpangsiuran ini.

 

 

Pewarta : M. Rajagukguk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.