LPSPL Serang Banten ajak masyarakat untuk menjaga kelestarian biota laut dan kenalin ikan yang dilindungi

MITRAPOL.com, Pandeglang – UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah Ditjen Pengelolaan Ruang Laut yang mengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut, dengan wilayah kerja 8 provinsi (Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI. Jogjakarta).

Meski bernama Loka LPSPL Serang, sejatinya kantor ini berlokasi di desa caringin, Labuan Kabupaten Pandeglang Prov. Banten, yang berjarak sekitar 60 km (1,5 jam perjalanan) dari Kota Serang dan 136 km dari Jakarta. Lokasi kantor berada di pinggiran Teluk Lada, pesisir Pantai Barat Pulau Jawa.

Walau dihari libur media Mitrapol.com menyambangi kantor PSPL serang untuk konfirmasi terkait tugas dan fungsinya, pegawainya sangat welcome untuk menyambut kedatangan awak media dan lembaga.

Dilokasi ruang tamu LPSPL Serang, Wiara yang mewakili Kepala Loka PSPL Serang Syarif Iwan Taruna Alkadrie, S.T., M.Si menerangkan bahwa sangat perlunya pengenalan terhadap masyarakat nelayan mana-mana ikan-ikan laut yang dilindungi dan menjaga dan melestarikan biota laut.

“LPSPL Serang menjalankan fungsinya di bidang konservasi meliputi pengelolaan konservasi sumberdaya ikan dan Kawasan. Konservasi sumberdaya ikan adalah upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya ikan termasuk ekosistem, jenis dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan,” terangnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Management Authority (MA) CITES untuk kategori pisces sehingga LPSPL Serang memegang peranan penting dalam pengelolaan jenis ikan yang dilindungi dan/atau yang termasuk dalam Appendiks CITES. Layanan publik yang ada di LPSPL Serang diantaranya adalah menerbitkan Surat Rekomendasi dan Surat Angkut Jenis Ikan (SAJI) bagi lalu lintas pemanfaatan jenis ikan ikan yang dilindungi dan/atau yang termasuk dalam Appendiks CITES.

“Selain itu, LPSPL Serang juga telah melakukan pendampingan pengelolaan kawasan konservasi perairan di sejumlah daerah sesuai dengan kewenangannya,” lanjutnya.

Kami selaku PSPL Serang telah melakukan pendampingan Perencanaan Wilayah pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Sampai dengan saat ini telah terbit 6 Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di wilayah kerja LPSPL Serang.

“Selain itu, dalam pemanfaatan ruang laut, LPSPL Serang melakukan verifikasi dan monitoring persetujuan dan konfirmasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL) sebagai izin dasar kegiatan berusaha dan non-berusaha di laut,” terangnya.

Tambahnya, Pada bidang Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, LPSPL Serang telah melakukan berbagai upaya rehabilitasi mangrove di wilayah kerjanya dan pengembangan Pusat Restrorasi dan Pembelajaran Ekosistem Pesisir berupa pembangunan tracking dan sarana lainnya demi mendukung pengelolaan ekosistem mangrove.

Kriteria Jenis Ikan yang dilindungi antara lain terancam punah, langka, daerah penyebaran terbatas (endemik), terjadi penurunan jumlah individu dalam populasi ikan di alam secara drastis, dan tingkat kemampuan reproduksi yang rendah.

Ancaman kepunahan lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia yang bersifat destruktif, seperti penangkapan ikan yang melebihi batas potensi lestarinya (over fishing), pencemaran, kerusakan habitat, penangkapan yang bersifat destruktif (penggunaan bahan peledak dan bahan beracun), kegiatan pertanian yang menggunakan bahan kimia, pembangunan bendungan yang memutus jalur ruaya, dan lain sebagainya,” tutup Wiara.

 

Pewarta : Royen siregar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.