Proyek Tol Rangksbitung Disinyalir Bermain BBM Subsidi, Tiga Orang Dibekuk Polisi

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Dugaan praktik penyalah gunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Non Industri pada Proyek pembangunan jalan Tax On Location (TOL) Rangkasbitung seksi Dua kini semakin menguat. Hal itu dikuatkan dengan ada dasar dan bukti penangkapan dilakukan Aparat Kepolisian dari Mapolres Lebak terhadap Tiga orang pekerja.

Adalah B, berusia 41 Tahun merupakan warga sekitar yang bekerja sebagai penjaga keamanan proyek STA 44 Gumuruh di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak ditangkap Polisi bersama temannya T dan S warga Cimarga Pada, Senin malam, (17/1/2022) lalu.

Menurut informasi dari warga sekitar, B’41 adalah warga Desa Gumuruh yang bekerja sebagai penjaga keamanan yang ditangkap Polisi setelah mensinyalir adanya praktik bisnis Penyelundupan BBM (Solar) bersubsidi atau solar non industri untuk digunakan sebagai bahan bakar dalam kegiatan proyek jalan tol di STA 44 tersebut

“Dia warga Gumuruh bekerja sebagai keamanan di STA 44 suda dibawa Buser Polres Lebak sekitar pukul 23.20″, Ujar seorang warga yang mewanti-wanti kepada mitrapol.com agar namanya tidak disebutkan.

Warga membeberkan saat B’41 dibawa Polisi dengan tangan diikat ke kantor PT Wika yang berlokasi di Kampung Julat, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Banten.

Sementara hasil penelusuran dari Tim Investigasi yang dibentuk Ormas Badak Banten Perjuangan juga memberi keterangan bahwa B’41 diamankan petugas dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) lalu dibawa oleh Tim Buser Polres Lebak ke Polsek Cikulur, namun karena TKP STA 44 itu adalah Desa Gumuruh Kecamatan Cileles bukan wilayah hukum Polsek Cikulur maka urung di periksa sehingga di bawa ke kantor PT Wika yang tidak jauh dari Polsek Cikulur.

Lebih lanjut, Tim Investigasi BB Perjuangan juga mengutarakan hasil pencarian fakta dilapangan bahwa selain penangkapan terhadap seorang penjaga keamanan di STA 44 Gumuruh. Polisi juga menangkap (T) dan (S) warga Cimarga sebagai operator alat berat dan armada proyek tol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. meski keduanya sempat kabur namun Polisi berhasil menggagalkan upaya mereka.

” T dan S warga Cimarga operator alat berat dan armada juga ditangkap meskipun hampir kabur, tapi berhasil di bekuk,” ungkapnya lagi.

Dilokasi terpisah, Ketua DPC Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak, Erot Rohman mengatakan, Tertangkapnya ketiga orang tersebut adalah setitik dasar bukti bahwa Proyek Nasional Jalan Tol Serang Panimbang pada seksi Dua Rangkasbitung, Cikulur, Cileles ini dalam mengoperasikan alat berat dan armada proyek diproyek memainkan BBM jenis solar bersubsidi atau solar non industri. Ini jelas praktik melanggar hukum yang harus menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian khususnya Polres Lebak dan Polda Banten.

“Tertangkapnya B penjaga keamanan di lokasi proyek tol STA 44 dan rekannya T dan S sebagai operator alat berat dan armada proyek. itu bukti kuat adanya penggunaan solar subsidi atau solar non industri di proyek tol, ini perkara hukum yang harus di tangani serius oleh pihak kepolisian Polres dan Polda Banten”, tandasnya

Perlu disoroti, Penangkapan Ketiga orang diantaranya, Penjaga Keamanan, Sopir armada dan operator alat berat menjadi dasar untuk memperkuat dugaan adanya praktik penyelundupan BBM Bersubsudi, namun perlu diungkap sejauh mana keterlibatan mereka dalam praktik bisnis ilegal tersebut karena menjadi sebuah pertanyaan apakah hanya permainan mereka atau justru permainan “Cukong” dan Oknum berbagai pihak Siapa Pemain dibalik praktik Bisnis Melawan Hukum ini?

 

Tim MP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.