Diduga setiap harinya Dua Ton BBM Solar Subsidi masuk Proyek Jalan Tol ke STA 44 Gumuruh Kecamatan Cileles

MITRAPOL.com, LEBAK – Penyelundupan Solar Subsidi atau solar non industri pada setiap hari sedikitnya sekitar 1,5 hingga 2 ton masuk ke lokasi proyek tol STA 44 Gumuruh Kecamatan Cileles. Penyeludupan terjadi pada malam hari antara pukul 11 hingga larut malam di saat situasi di anggap aman dari hiruk-pikuknya warga yang domisilinya tidak jauh dari lokasi STA 44 tersebut.

“Menurut informasi dari pekerja di sana sekitar 1,5 hingga 2 ton solar subsidi masuk ke lokasi STA 44, itu pada malam hari sekitar pukul 11 hingga tengah malam,” kata RL warga Cileles saat ngobrol dengan Tim investigasi Badak Banten Perjuangan (BBP) Jumat di Cileles.

Menurutnya, waktu, Senin malam 17 Januari 2022 ada 4 yang tertangkap oleh Satuan Tugas Buser Polres Lebak, diantaranya, Burhan warga Gumuruh Kecamatan Cileles, Tompel, Sukma warga Cimarga dan satunya lagi identitasnya belum di ketahui, ketiga orang yang di tangkap itu bukan pelaku pemasok atau pengirim BBM Solar Subsidi tapi mereka karyawan yang di pekerjakan menjadi penjaga keamanan dan operator alat berat dan armada di Proyek Jalan Tol STA 44 Gumuruh.

Berdasarkan keterangan dan informasi yang dapat oleh Tim investigasi BBP dari sejumlah sumber Burhan, Tompel, Sukma dan rekannya telah dikeluarkan ’86’ oleh Tim Satuan Tugas Buser Polres Lebak dari Mapolres dengan jaminan Keluarga dan Kepala Desa termasuk ‘ Pulus’ ikut membantu kelancaran kepulangan mereka yang di dalam catatan hasil pemeriksaan Tim Buser ke empat orang itu tersangka turut serta aksi kejahatan pidana dan pelanggaran hukum atas Undang-undang tentang Bahan Bakar Minyak (BBM) subshidi.

“Senin malam mereka ditangkap, di interogasi di kantor PT Wika di Kp Julat Desa Muaradua Kecamatan Cikulur, sekitar Subuh di bawa ke Mapolres, sore menjelang malam mereka di bebaskan dengan jaminan Keluarga, Kepala Desa dan plus plus”, kata sumber yang identitasnya minta di rahasiakan saat berbincang melalui sambungan telepon selularnya dengan Tim investigasi BBP.

Praktisi hukum dari Bantuan dan Pengacara Hukum (BPH) Badak Banten Perjuangan (BBP) Supriyadi Wahyudin SH MH, Mengatakan, bahwa penangkapan terhadap sejumlah karyawan pekerja proyek tol STA 44 itu adalah pintu masuk aparat Kepolisian Polres Lebak untuk mengungkap sindikat BBM Solar Subsidi di Proyek Jalan Tol Rangkasbitung – Cikulur – Cileles.

Dari penangkapan mereka, pengembangan kasus “Solargett Proyek Tol” bisa terungkap, akan terungkap siapa bos besar pemasok atau eksportir BBM Solar subsidi tersebut,” kata KangSup panggilan akrabnya Ketua Badan Bantuan & Pengacara Hukum (BBPH) BBP asli Gajrug Kecamatan Cipanas.

Dikatakan Supriyadi SH.,MH, kasus solargett Proyek Tol ini jangan sampai terjadi penanganannya hanya sampai berhenti di Burhan dkk,ini kasus sudah menjadi konsumsi publik jangan sampai dalam proses penyidikan dan penanganan hukumnya tidak jelas.

“Jika kasus solargett Proyek Tol ini hanya berhenti di Burhan dkk, tidak di kembangkan kepada bos besarnya sebagai pemasok dan pihak manajemen Proyek Jalan Tol sebagai pihak penadah ini merupakan penanganan perkara hukum yang telah mencederai warwah hukum dan akan menjadi preseden kurang baik terhadap Corp Bhayangkara Polres Lebak, ini kasus telah di ketahui publik lho,” ujar Kang Sup yang juga Wakil Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan

Sementara Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik saat dikonfirmasi wartawan mengaku tidak menangani kasus solar di STA 44 Lokasi Proyek Jalan Tol Gumuruh Kecamatan Cileles.

“Waduh, kita gak menangani kasus solar proyek tol, coba akan saya tanyakan dulu ke unitnya,” ujar mantan Kapolsek Jawilan Polres Serang

Dari hasil penelusuran lebih jauh oleh Tim investigasi Badak Banten Perjuangan (BBP) diketahui ternyata kejadian penangkapan ini sebenarnya adalah adanya solar proyek yang dicuri oleh para tersangka yang notabene pekerja di proyek jalan tol di STA 44 Gumuruh Cileles.

Dugaan pencurian ini sudah diintai sejak beberapa hari yang lalu, dan pada Senin malam (17/1/22) Tim Buser polres Lebak berhasil menangkap para pelaku di TKP STA 44 dengan barang bukti sekitar 48 drigen ukuran 30 liter.

 

 

Pewarta : Eli Syahroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.