Parah! Potongan Jual emas di Toko Emas Cahaya Baru Labuan diduga tidak sesuai dan patut dipertanyakan

MITRAPOL.com, Pandeglang – Ketika bertransaksi disebuah toko, tentunya kita akan menghadapi berbagai macam karakter pedagang. Di antara karakter mereka ada yang memiliki sifat jujur, fair saat menyampaikan kondisi barang yang mereka jual dengan apa adanya. Ada pula yang setengah jujur, terkadang jujur, namun di lain waktu juga berbohong. Dan ada juga pedagang yang gemar menipu pembeli dengan memasang mimik muka tak berdosa dan siasat meyakinkan lainnya demi meraup keuntungan.

Karakter pedagang yang jujur, setengah jujur, dan pendusta ini juga dapat kita jumpai pada toko perhiasan emas. Manakala kita mau sedikit lebih jeli saat berbelanja barang di toko perhiasan emas, kita dapat mengamati konsistensi ucapan para penjualnya sebagai tanda seberapa besar komitmen mereka dalam memegang teguh nilai-nilai kejujuran selama berdagang. Dengan mengamati mereka selama bertransaksi ini, kita akan mampu membedakan mana di antara pedagang emas yang sportif, setengah sportif, dan yang culas.

Surat pembelian perhiasan emas merupakan dokumen yang maha penting bagi para pembeli dan penjual perhiasan. Begitu pentingnya surat ini, sehingga manakala ia telah hilang, maka barang perhiasan akan dihargai dengan sangat murah oleh pihak toko pada saat pembeli menjualnya kembali. Itu pun sebenarnya masih mendingan, sebab tidak jarang beberapa toko emas bahkan tidak bersedia menerima kembali perhiasan mereka yang tanpa surat itu karena dicurigai sebagai barang ilegal yang biasanya akrab dengan tindak kriminal.

Setelah mengerti begitu pentingnya surat tanda kepemilikan perhiasan ini, maka pembeli hendaknya memperhatikan setiap detail tulisan yang tertera di dalamnya. Misalnya, keterangan barang yang dibeli. Apakah itu kalung, liontin, cincin, gelang, anting, dan sebagainya. Nilai kadar barang. Harga dan ongkos pembelian. disamping menjaganya agar tidak sampai hilang.

Dari salahsatu konsumen yang pernah belanja emas di toko Cahaya Baru yang berada dipasar Labuan ini, yang tadinya ingin menjual kembali emas yang pernah dia beli ditoko tersebut, dikarenakan kebutuhan anaknya dibatalkan dikarenakan merasa potongan yang tidak masuk diangkal.

Pengakuan konsumen yang tidak mau disebutkan namanya ini yang pada hari itu juga bersama awak media ke toko emas Cahaya Baru ini untuk menjual kembali emas yang pernah dia beli harus ditunda dikarenakan potongannya yang tidak masuk diakal.

Didalam surat pembelian tertera dengan jumlah Rp. 1.000.0000. Dan ketika mau dijual harus menerima Rp. 600.000. Sedangkan emas saya tidak potong ataupun utuh, tapi ada kelecetan disalah satu rantingan gelang saya satu yang lecet,” ungkapnya.

Saya juga tidak mengakui emas saya tidak seperti pas saya beli, dan saya jujur ko dimananya ada kekurangan cuma hanya sobek sedikit pak, tapi apa bapak lihat sendiri potongannya begitu besar, jika didalam suratnya potongan pergramnya Rp. 15.000.

Tidak masalah dan ada tambahan potongan akibat ada kelecetan dengan sewajarnya, tapi apa masa gara-gara lecet seperti itu langsung potongan total Rp. 400.000.- Dan kata karyawan toko emas Cahaya Baru ini potongan pergramnya Rp. 100.000.- sedangkan kelecetannya berapa sih kan saya perlu tau, tapi ini pelayannya keliat judes amat pak.

Ditempat yang sama media Mitrapol.com mencoba mempertanyakan aturan penghitungan potongan seperti apa pihak karyawan toko emas Cahaya Baru terlihat angkuh mengatakan ” Ini sudah aturan disini pak, hitung aja sendiri. Kembali awak media mempertanyakan aturan potongan seperti apa, karyawannya mengatakan saya tidak mau berdebat, ini peraturan perusahaan, ini mau dijual apa gak? Seakan tidak menunjukkan pelayanan yang baik terhadap konsumen. Rabu, (26/1/22).

Awak media mencoba ke toko emas lainnya untuk mempertanyakan aturan potongan, di tempat tokonya dari seorang karyawan yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan kalo ditoko saya ini masih nerima kurang lebih Rp. 800.000, tapi gak tau yah saya tidak mau ikut campur dengan aturan toko yang lain, yang jelas kalo ditoko saya biasanya diluar kerusakan jika dijual kembali pernah gram nya hanya Rp. 10.000.

Tidak sedikit informasi yang dapat digali oleh Mitrapol.com dari konsumen yang pernah merasa kapok belanja di toko emas Cahaya Baru dan merasa potongan yang diluar akal sehat.

Salah satunya mengatakan, melalui via whatsap nya mengatakan. ” Benar disitu mah potongannya gak jelas, saya juga kapok”.

Konsumen yang lain juga mengatakan, “ngapain disitu saya juga pernah bahkan ribut dengan mamah saya”, chat whatsapp yang lainnya.

Konsumen yang lain mengatakan, potongannya gila itumah, emang harus dilaporkan.R.S.

 

Pewarta : Hr Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.