PTUN Tolak gugatan Ferkushi versi Krisna Bayu terhadap KEMENKUMHAM RI

MITRAPOL.com, Jakarta – Gugatan Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB.Ferkushi) versi Krisna Bayu terhadap Kementerian Hukum dan Ham (KEMENKUMHAM) RI ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Amar putusan PTUN tentang penolakan tersebut dikeluarkan pada Kamis, 27 Januari 2022.

Dengan adanya penolakan ini, PB.Ferkushi versi Krisna Bayu dinyatakan tidak sah karena tidak mendapat pengakuan atau legetiimas hukum negara.

Krisna Bayu yang mengklaim sebagai Ketua Umum PB Ferkushi periode 2021-2025 hasil Munaslub Ferkushi 6 April 2021 itu telah mengajukan gugatan ke KEMENKUMHAM RI.

Amar putusan PTUN tersebut juga secara otomatis melegalkan PB Ferkushi pimpinan Mayjen TNI (Purn) Abdul Hafil Fuddin. Artinya termohon intervensi dalam hal ini PB.Ferkushi pimpinan Abdul Hafil Fuddin adalah sah secara hukum dengan telah dibuktikan keterangan saksi dan dokumen yang sah serta legal.

Abdul Hafil Fuddin dalam siaran pers resmi yang diedarkan ke media pada Jumat, (28/1/2022) pagi menegaskan tidak ada lagi yang mengaku-ngaku atau mengklaim dirinya sebagai Ketua Umum PB Ferkushi.

“Jadi tidak ada lagi yang mengklaim dirinya sebagai Ketua Umum PB Ferkushi selain Saya (Abdul Hafil Fuddin) karena sah diakui oleh SK KONI Pusat, SK KUMHAM dan rekomendasi di Kemenpora,”kata Hafil.

Sebagai Ketua Umum PB Ferkushi yang sah, Hafil Fuddin mengatakan amar putusan PTUN itu sebagai pembelajaran bagi kita semua agar menghormati dan mematuhi hukum.

“Kita ini negara hukum dan setiap warga negara harus patuh dan tunduk pada hukum yang berlaku.Apalagi di Olahraga ini filosofinya adalah kejujuran dan berjiwa besar,”tambahnya.

Oleh karena itu Hafil mengajak semua pihak bersikap kesatria karena putusan PTUN ini bermartabat dan berkeadilan.

Walaupun masih ada satu lembaga yang belum mau bersikap mengakui keberadaan PB Ferkushi yang sah padahal bukti dan fakta semua sudah terpampang sangat jelas.

Untuk itu, lanjut Hafil Fuddin ada sikap sportifitasnya untuk memberikan pengakuan kepada PB.Ferkushi yang sah agar International Federation (IKA) juga akan segera merekomendasi.

Pada sisi lain Hafil menekankan bahwa tidak ada manfaatnya jika sesama insan olahraga menonjolkan ego diri masing-masing.

Atlet yang jadi korban padahal mereka adalah aset kita untuk menunjukkan prestasinya di dunia internasional. Sejak Pandemi melanda Indonesia, PB.Ferkushi tidak pernah mengendurkan semangatnya untuk mendorong pembinaan di daerah.Kejurnas sekaligus seleknas yang akan digelar di Jakarta pada medio Pebruari nanti sebagai wujud nyata PB.Ferkushi serius melakukan kejurnas dan Rakernas semula akan digelar di Lampung namun karena lebih memudahkan Pengprov dalam hal pembiayaan dipindahkan ke Jakarta.

“Memang kita akui di tengah pandemi ini tidak mungkin berharap adanya kesempurnaan. Namun demikian kami tetap berusaha melakukan yang terbaik dan berkualitas,” imbuhnya.

 

Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.