Terkait Harga Potongan Jual Emas di Toko Emas Cahaya Baru Labuan, Ketua LSM SANRA DPW Banten Minta APH segera Bertindak

MITRAPOL.com, Pandeglang – Sempat sontak warga net tentang pemberitaan tentang aturan potongan jika menjual emas di toko Cahaya Baru Labuan, yang di pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang-Banten tidak masuk diakal ini membuat geram Ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten dan akan lakukan membuat laporan ke jalur hukum.

Pemberitaan sebelumnya di media Mitrapol.com, yang berjudul” Parah ! Potongan Jual Emas Di Toko Emas Cahaya Baru tidak sesuai dan patut dipertanyakan ” Viral dan menjadi perbincangan warga Net dan timbulnya banyak yang pernah menjadi korban yang bertransaksi emas di Toko emas Cahaya Baru Labuan ini.

Ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten, Royen siregar mengatakan ke Mitrapol.com saat disambangi dikediamannya menegaskan akan melakukan langkah hukum berdasarkan kejadian yang sudah pernah dialami menjual emas ditoko Cahaya Baru Labuan ini.

Iya saya akan melakukan langkah hukum, hal ini tidak bisa dibiarkan, itu kita duga kuat bahwa sudah terjadi maling secara tidak langsung dengan menyalahi aturan dan membuat aturan sendiri,” Terang Royen.

Saya sudah mengamati perkembangan dari pemberitaan di media Mitrapol.com dan setelah ada pemberitaan ini banyak yang juga pernah menjadi korban dari pada kegiatan-kegiatan transaksi jual-beli emas di Toko emas Cahaya Baru Labuan ini. Lanjutnya, Jumat (28/1/22).

Semua bukti-bukti komentar di FB akan saya screen shot menjadi bukti pendukung kami, ditambah kejadian terakhir yang menjadi korban di Toko emas Cahaya Baru.

Masih terang Royen, jangankan di FB, chat whatsapp dari beberapa konsumen yang masuk ke whatsapp saya mengatakan bahwa memang di toko cahaya Baru Labuan ini seperti itu, bahkan ada salah warga ditahun 2012 pernah mengalaminya dan sudah merasa benar-benar kapok,” tuturnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa timbangannya yang tidak pas, ditambah pelayanan karyawannya kepada konsumen yang angkuh, dan tidak peduli kepada konsumen,” lanjutnya lagi.

Jika melihat dari cerita pemberitaan yang viral ini karyawan tidak mungkin berani melakukannya sendiri tanpa perintah dari bos perusahaannya, apa harus begitu melakukan usaha memotong sesuka hati tanpa ada aturan, kenapa ditoko emas yang lainnya potongannya biasa-biasa saja dan masuk diakal, ini sudah tidak bisa dibiarkan, sudah berapa banyak puing-puing rupiah yang dikumpulkan dengan cara seperti itu, tanya Royen.

Kelicikan seperti ini tidak bisa dibiarkan, secepatnya saya akan membuat laporan dengan bukti-bukti yang sudah ada, kita negara hukum dan saya yakin pihak APH akan bekerja dengan profesional dan akan menindak lanjutinya, saya akan Lapdu Ke polsek, jika tidak ditanggapi saya akan langsung ke polres, dan jika tidak ditanggapi juga saya akan ke polda, dan di polda tidak ditanggapi saya akan bawa permasalahan ini ke Mabes Polri,” tegasnya.

Hal yang seperti ini menjadi pelajaran berat buat para pecinta emas untuk lebih paham dan berhati-hati dalam jual-beli emas ditoko manapun itu berada. Dalam kejadian dugaan yang di toko emas Cahaya Baru Labuan ini harap menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan oleh Diaperindag Kabupaten Pandeglang juga, harus seperti apa yang dirasakan yang pernah mengaku menjadi korban di toko emas Cahaya Baru Labuan ini.

Harapan saya dalam usaha dagang utamakan sopan santun, ramah, tidak licik seperti dugaan yang dilakukan oleh toko emas Cahaya Baru Labuan ini yang seakan negara ini miliknya sendiri yang memperkaya diri tanpa ada aturan hukum.” Imbuhnya.

TIM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.