Kejari Simalungun Terapkan Keadilan Restoratif terhadap tersangka pencuri kelapa sawit

MITRAPOL.com, Medan – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana menyetujui usulan penghentian penuntutan tindak pidana pencurian kelapa sawit dengan pendekatan keadilan restoratif (Restorative Justice : RJ)

Setelah disetujui, Kajari Simalungun Bobby Sandri memimpin langsung pelaksanaan penghentian penuntutan dengan pendekatan RJ sebanyak 5 tersangka tindak pidana umum perkebunan di halaman kantor Kejari Simalungun, Selasa (8/2/2022).

Sebelumnya, Kajari Simalungun Bobbi Sandri mengajukan RJ dengan melakukan ekspose beserta jajarannya kepada Jampidum.

Usulan disampaikan secara virtual dan disaksikan Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Wakajati Sumut Edyward Kaban, Aspidum Sugeng Riyanta, Koordinator Salman serta Kasi Kamnegtibum dan TPUL Yuliyati Ningsih.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Yos A Tarigan, Selasa (8/2/2022) dalam pers relisnya menyampaikan, usulan RJ Kejari Simalungun ke Jampidum telah disetujui dan ada lima tersangka tindak pidana umum perkebunan yang dihentikan perkaranya.

Lima tersangka yang perkaranya dihentikan, Darman Alias Leman (39), Zulham Yoyok Abdi (41), Angga Ramadhan (18), Sutini (46), Suriana (39).

Kelimanya menjadi tersangka pencurian kelapa sawit dan telah berdamai dengan pelapornya. Kelimanya diancam dengan Pasal 111 dan pasal 107 huruf d
UU RI No. 39 tahun 2014 tentang Perkebunan.

“Kejari Simalungun melakukan penghentian penuntutan ini atas dasar peraturan Jaksa Agung No.15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif,” sebut Yos.

Ditambahkan, dua tersangka yang dibebaskan adalah ibu rumah tangga (Sutini dan Suriana) yang melakukan pencurian karena desakan kebutuhan dan keadaan ekonomi keluarga.

Menurut Yos, RJ diberlakukan berdasarkan peraturan Jaksa Agung No.15 tahun 2020, dengan berbagai persyaratan antara lain, jumlah kerugian dibawah dua setengah juta, tuntutan dibawah 5 tahun penjara.

Selain itu, tersangka baru pertama kali melakukan aksi pencurian, adanya perdamaian dengan korban dan direspons positif keluarga.

” Keluarga tersangka merespons positif untuk meminta maaf dan berdamai dengan korban dan keluarganya, serta disaksikan penyidik, kepala desa dan tokoh masyarakat,” tandasnya.

 

Pewarta : ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.