Rehabilitasi Tugu Pena, Walikota Metro jelaskan tidak gunakan dana APBD

MITRAPOL.com, Metro Lampung –  Terkait rencana rehabilitasi pembangunan Tugu Pena yang berada ditengah pusat Kota Metro. Walikota Metro Wahdi menjelaskan tidak ada menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Tidak ada perubahan nama pada Tugu Pena. Dalam pembangunan Tugu Pena nantinya tidak mengunakan anggaran APBD, tetapi mengunakan dana CSR yang diambil dari keuntungan perusahaan yang disisihkan,” jelas Walikota Wahdi.

Hal itu disampaikannya, dalam rapat rapat dengan FKUB Kota Metro, terkait Penguatan Tugas dan Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Metro, yang berlangsung di Ruang OR Sekda Kota Metro, Jumat (11/02).

Ditambahkan Walikota Wahdi, bahwa dengan diadakannya rapat bersama FKUB dapat menjalin silaturahmi untuk pembangunan Kota Metro.

“Rapat ini juga memaparkan kepada 5 (Lima) Tokoh Agama untuk meluruskan informasi yang berkembang terkait pembangunan Tugu Pena Kota Metro. Tidak ada perubahan nama pada Tugu Pena. Nantinya, dana pembangunan tidak mengunakan anggaran APBD, tetapi mengunakan dana CSR yang diambil dari keuntungan perusahaan yang disisihkan,” tambahnya.

Sementara itu, Bangkit Hayo Utomo selaku Sekertaris Daerah Kota Metro, mengatakan jika rehabilitasi pembangunan Tugu Pena Kota Metro yang terletak di pusat lalu lintas, merupakan penghubung empat jalan. Selain itu, keberadaan Tugu Pena tidak berada di tengah antara empat ruas jalan dan ukuran tugu yang tidak ideal.

”Tugu Pena yang letak dan ukurannya tidak ideal, menyebabkan arus lalu lintas terkendala, sehingga diperlukan antisipasi dan solusi. Sehingga pada rapat ini juga akan dipaparkannya konsep dasar pembangunan, yaitu Kota Pendidikan, Kota Sehat, Kota Sejahtera dan Kota Berbudaya,” kata Bangkit.

Bahkan, Bangkit juga menyinggung adanya transformasi bentuk perubahan dalam rangka menangkap citra asensi dari konsep dasar sebuah desain yang mempunyai arti.

“Nantinya Tugu Pena akan dibangun dengan ketinggian 12 Meter dengan diameter dasaran 9 Meter. Kemudian Tugu Pena mengambarkan sebagai Kota Berpendidikan, Kota Sehat, Berbudaya, Sejarah, Masyarakat Sejahtera dan Identitas Daerah,” tutup Sekda Bangkit.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.