Aksi Demo Warga Menuntut PT Bara Energi agar segera menutup lubang bekas penambang batu bara agar tidak terjadi bencana

MITRAPOL.com, Kabupaten Nagan Raya – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Nagan Raya menggelar aksi unjuk rasa di area lokasi penambangan batu bara PT Bara Energi Lestari (BEL), di Desa Alue Buloh Kecamatan Seunagan, Kamis 17 Februari 2022.

Aksi demo itu berlangsung damai sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB yang dihadiri oleh puluhan orang, diperkirakan ada 70 peserta aksi demo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sekitar Tambang.

Hadir juga perwakilan dari KPA, dan LSM Apel Nagan Raya serta HMI Nagan Raya. Aksi unjuk rasa tersebut dipicu karena adanya pernyataan dari pihak PT. BEL yaitu Kepala tehnik Tambang, Rahmat Zahari.

Pernyataannya di media dinilai tidak transparan dan kurang memperhatikan aspirasi masyarakat, sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat setempat, aksi demo dipimpin, T. Ridwan, SH., selaku koordinator aksi tersebut.

Dalam orasinya, T. Ridwan menyampaikan tuntutan antara lain, menuntut PT. BEL harus segera menutup lubang bekas penambangan batu bara yang dilakukan oleh PT. BEL agar tidak merusak lingkungan sesuai dengan amanah undang-undang (Reklamasi), sehingga kondisi itu tidak membahayakan bagi masyarakat dan lingkungan. Pihaknya juga meminta perusahaan lebih transparan terkait dana jaminan reklamasi, Kedua, masyarakat menuntut penyaluran dana CSR harus lebih transparan kepada masyarakat, Ketiga, Penerimaan karyawan PT. BEL harus lebih mengutamakan dari masyarakat yang berdomisili di desa sekitar tambang (Desa Ring I).

Massa juga meminta perusahaan mengevaluasi Rahmat Zahari karena hanya memperkeruh situasi antara masyarakat dan perusahaan. Kelima, pihak perusahaan melakukan klarifikasi terkait statemen Kepala tehnik Tambang (KTT PT. BEL) di media.

Pihak kepolisian Nagan Raya juga turun tangan untuk menyelesaikan perkara, salah satunya dengan memfasilitasi massa dengan perusahaan (mediasi), Mediasi dilakukan oleh Kasat Intel Polres Nagan Raya AKP. Supriadi, dan Kasat Reskrim AKP. Mahfud.

Hadir juga dalam kesempatan itu Kapolsek Seunagan AKP. Adhar Hamidi, Koordinator Aksi T. Ridwan, wakil KTT PT. Mifa Indra Basudewa, Penasehat Hukum Yasir Arafat, para kepala desa yaitu Kepala Desa Krueng Ceuko, Alue Buloh, Kuta Aceh, Paya Udeung, Krueng Mangkom dan perwakilan LSM serta masyarakat.

Sementara wakil KTT PT. Mifa, Indra Basudewa dalam kesempatan itu juga memberikan tanggapan atas tuntutan masyarakat. Menurutnya, terjadi kesalah pahaman dan miskomunikasi antara masyarakat dengan pihak PT. BEL.

Kedepan, perusahaan berjanji akan memperbaiki komunikasi tersebut. “Manajemen PT. BEL merupakan satu grup dengan PT. Mifa sehingga segala kebijakan di putuskan oleh manajemen PT. Mifa,” ungkapnya.

Terkait tuntutan masyarakat, dia mengaku segera melaporkan kepada pihak manajemen dan pihak perusahaan meminta waktu hingga tanggal 21 Februari 2022 untuk memberikan jawaban.

 

Pewarta : Teuku Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.