Dijanjikan jadi Sekdes, Wulandari tertipu 470 juta

MITRAPOL.com, Demak Jateng – Pengisian kekosongan Perangkat atau Sekretaris Desa di Kabupaten Demak Jawa Tengah pada tanggal 26 Desember 2021 kemarin menyisihkan cerita duka pilu tersendiri bagi salah satu calon yang ikut mengikuti penjaringan pengangkatan Sekretaris Desa yang ada di desa Sidoharjo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, pasalnya janji manis yang di berikan dan disampaikan oleh Kepala Desa Sidoharjo Muslikan terhadap salah satu calon yakni Wulandari dirasa hanya isapan jempol belaka karena tidak sesuai real fakta apa yang sudah disampaikan jauh sebelum pelaksanaan tes berlangsung.

Sebelumnya Muslikan diduga meminta sejumlah uang kepada Wulandari bakal calon Sekdes dengan jumlah nilai 150 juta rupiah bila ingin menjadi Sekdes di Desa Sidoharjo, karena itu merupakan persyaratan agar bisa lolos, akhirnya setelah ada pembicaraan khusus dengan orang tua Wulandari, permintaan dari Kepala Desa Sidoharjo tersebut akhirnya dipenuhi, bahkan nilai yang diminta pun fantastis mencapai 470 juta rupiah sesuai yang dijanjikan Kepala Desa sebelum pelaksanaan ujian, namun betapa kaget dan terkejutnya Wulandari juga orang tuanya, setelah mendengar hasil pengumuman anaknya tidak masuk atau tidak lulus, justru malah calon lain yang lulus.

“Kami merasa ditipu dengan dijanjikan menjadi Sekdes dan sudah dimintai uang ratusan juta rupiah, yang jelas kami terkena tipu oleh Kepala Desa sidoharjo,” jelas Sarmun orang tua Wulandari.

Dari kejadian tersebut akhirnya Sarmun mengadukan peristiwa tersebut ke Polda Jateng agar bisa diproses lebih lanjut secara hukum yang berlaku, karenakan tidak ada itikad baik dari Muslikan untuk mengembalikan uang tersebut karena apa yang dijanjikannya meleset dan tidak sesuai, bahkan upaya kekeluargaan pun juga sudah kita lakukan, tapi juga tak diindahkan, untuk itu sebagaimana dalam perjanjian awal dengan adanya saksi-saksi serta bukti-bukti pendukung lainnya maka untuk itu kita sepakat melaporka, terang Sarmun

Kuasa Hukum Sarmun juga Wulandari dari advokasi MBP Sidorejo LAW yang beralamatkan di Jl. Semarang – Purwodadi Km 23. Kel. Sidorejo, Kab. Demak yang juga tergabung dalam organisasi FERARI Budi Purnomo SH.,MH, kepada awak media menyampaikan,”Untuk terkait masalah ini sudah kita adukan ke Polda Jateng dan sudah berjalan, dari pihak Kepala Desa juga sudah diperiksa, aduan kita masuk untuk dalam unsur penipuan dan penggelapan, karena jelas disitu ada bujuk rayu dari Kades tersebut yang menjanjikan menjadi sebagai perangkat desa atau sekretaris desa, uang tersebut bukan diserahkan tapi diambil oleh Kades sendiri juga orang kepercayaannya.

Menanggapi untuk hasil tadi di polda Jateng kita upayakan nanti akan kita naikkan ke tingkat laporan polisi dan untuk aduan yang kemarin kita minta kembali kemudian akan kita buat laporan resmi karena sudah cukup bukti serta saksi-saksi yang menguatkan.terang Budi Purnomo rabu-16-02-22

Demi keberimbangan pemberitaan ini tentunya masih banyak yang harus kita akan konfirmasi dari pihak-pihak lainnya.

 

 

Pewarta : Safik/mbp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.