Peduli Terhadap Sesama, Kapolres Simeulue sambangi warga yang kurang mampu

MITRAPOL.com, Kab Simeulue – Ditengah kesibukan yang cukup padat, Kapolres Simeulue sempatkan diri sambagi warga yang kurang mampu. Kamis (17/02/2022).

Harapan semua orang hidup berkecukupan, pada masa tua yang tenang, pasti menjadi impian semua orang, tetapi suratan kehidupan tidak semua orang memiliki nasib yang sama.

Seperti halnya yang dialami Adrianto (40) warga Desa Sambai, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue yang hidup sebatang kara dan sakit – sakitan.

Mirisnya lagi, ia tidak memiliki rumah sendiri, selama ini hanya menumpang di sebuah rumah reot milik seorang warga di Desa setempat dan di Rumah itulah ia menghabiskan hari – harinya seorang diri.

Kondisinya yang memprihatinkan itu ternyata sampai ke telinga Kapolres Simeulue AKBP. Pandji Santoso, rasa dihatinya terenyuh dan merasa terpanggil Ia pun berangkat menuju Sambay bersama Kasat Reskrim AKP. Risky Adrian dan dua anggotanya.

Sesampai di sana, tanpa basa – basi pejabat nomor satu di Polres Simeulue tersebut langsung turun dari dalam mobil dinasnya dan membawa sekarung beras, sementara anggotanya menurunkan berbagai jenis sembako lainnya dan kemudian diserahkan kepada Anto, pria sebatang kara dan sedang sakit – sakitan itu.

Kapolres Simeulue AKBP. Pandji Santoso saat menyambangi Ardianto ia menceritakan bahwa ia sakit dan tak bisa bekerja keras seperti sebelumnya.

“Saya sakit, kadang kalau batuk mengeluarkan darah,” ucapnya lirih.

Lantaran sakit-sakitan iapun kini tak bisa berbuat banyak, hanya bisa pasrah dengan keadaan, kebutuhan hidupnya bergantung pada pemberian orang lain.

Kepada media Mitrapol, AKBP. Pandji Santoso, mengatakan, “Ditengah Kesibukan sebagai Abdi negara kami harus hadir ditengah masyarakat dan melihat kondisi sosial di kehidupan masyarakat, sehingga kita tau tentang mereka.”

Ardiansyah salah seorang warga sambay mengatakan, kalau pria yang akrab disapa Anto itu bukanlah warga asli Desa Sambay, ia seorang perantau dan pernah berdomisili di sejumlah Desa dan terakhir menetap di Desa tersebut.

“Sebenarnya ia bukan asli warga Desa ini (Sambay) dirinya itu slalu berpindah – pindah, terakhir barulah menetap dan menjadi warga Desa Sambai,” ujar Ardiansyah”

Lantaran sudah tercatat menjadi warga Desa Sambay, ia pun mendapat bantuan dari Desa, seperti bantuan BLT dan bantuan sosial lainnya.

“Kalau BLT dia dapat, tapi kalau masalah Rumah bantuan saya kurang tau mengapa ia gak dapat,” kata Ardiansyah kepada media Mitrapol

 

Pewarta : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.