Peningkatan Sarpras RS.AY Metro, Ketua Komisi III DPRD : Rumah Sakit rujukan dan harus lebih baik

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana medis RS.Ahmad Yani Kota Metro. Salah satunya, Uji Fungsi Jaringan Gas Medis dalam upaya Pemenuhan Kebutuhan Oksigen bagi Pasien di RSUD Jendral Ahmad Yani. Hal ini dilakukan, guna memastikan jaringan gas medis berfungsi dengan baik dan kebutuhan gas medis di setiap rumah sakit bisa terpenuhi dengan baik.

Atas keberhasilan itu, Ketua Komisi III DPRD Metro, sangat mengapresiasi. Mengingat bahwa RS.AY Metro sebagai rumah sakit rujukan antar daerah, RSUD Ahmad Yani Metro dituntut untuk terus meningkatkan sarana dan prasarananya.

“Perlu diketahui, bahwa sebagai salah satu rumah sakit rujukan. Tentunya harus lebih baik. Oleh karenanya, peningkatan SDM,sarpras dan lainnya harus terus dilakukan oleh menegement rumah sakit. Seperti penambahan jaringan gas oksigen untuk pasien kemarin, kami sangat mengapresiasi itu,” kata Fahmi, Jumat ( 18/2).

Ditambahkannya, kedepan dengan tabung liquid di RSUD Jendral Ahmad Yani, yang mampu menampung 5500 liter Pasokan oksigen bisa tercukupi. Diharapkan bagi pasien RSUD Ahmad Yani Metro yang membutuhkan oksigen bisa terakomodir.

“Ini kan untuk masyarakat juga. Artinya pasien yang membutuhkan oksigen tidak lagi khawatir kekurangan karena rumah sakit sudah mampu menampung banyak stok oksigen untuk pasien,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Wahdi Siradjuddin memastikan, bahwa adanya jaringan gas medis adalah dalam upaya Pemenuhan Kebutuhan Oksigen bagi Pasien di RSUD Ahmad Yani.

“Pemerintah terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Kita telah bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri, untuk mengamankan pasokan oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga kebutuhan oksigen kita bisa terpenuhi untuk masyarakat. Saat ini, pemakaian harian kita sebanyak 50 liter sampai dengan 100 liter, bila tidak ada kebutuhan yang mendesak. Dengan adanya oksigen central inI, tentu sangat menghemat gas yang dialirkan. Sebab semua bisa di atur dan tidak akan ada sisa gas yang akan terbuang lagi,” tutup Walikota Wahdi.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.