Mantan pekerja Cafe Karaoke digugat selingkuhannya

MITRAPOL.com, Ketungtuban Jateng –  Ibarat makan buah simalakama, pepatah inilah yang tepat buat Sutrisno warga desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, karena apa yang diimpikannya tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami saat ini.

Lebih dari lima tahun hidup satu atap dengan setatus yang belum jelas, Sutrisno merasa dikhianati oleh kekasih gelapnya Citra Anita Asrining Aprilia Ningsih.

Gugatan ini berawal dari investasi Sutrisno dengan membeli rumah dengan cara cash tempo lunak dengan cara diangsur perbulannya sesuai dengan kesepakatan dengan pihak penyedia perumahan dalam hal ini adalah PT. Pitono Putra Group.Pada awal kesepakatan unit rumah tersebut disepakati atas nama mereka berdua, tapi di tengah kandasnya hubungan tanpa status ini, Sutrisno bagai disambar petir disiang bolong karena tiba-tiba rumah dan tanah tersebut yang semula atas nama berdua sekarang telah bersertifikat atas nama Arsya Iqbal Algazali yang di duga anak dari hasil hubungan belum sah ini.

“Kok bisa terbit sertifikat tanpa ada konfirmasi kepada saya terlebih dahulu,ada apa dengan ini,saya tidak terima dan akan mengambil langkah hukum,” ungkap Sutrisno kepada reporter Mitrapol.

Budi Prayitno, SH, selalu Kuasa Hukum Penggugat saat ditemui awak media mengatakan,”Sidang gugatan atas sengketa tanah dan bangunan yang berlokasi di Perumahan Citra Alam Asri Blok A-9 Desa Ngumpak dalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ini sudah berkali-kali dilakukan mediasi, namun belum pernah menghasilkan kesepakatan apapun, tapi sebesar apapun permasalahan, pasti akan ada titik terang dan penyelesaian,” ucap Advokat alumni STAI Al Muhammad Cepu.

Mengurai kasus perdata yang ditanganinya ini adalah sangat rumit karena menyangkut banyak orang, diantaranya Tergugat satu seorang wanita simpanan yang menempati rumah untuk tinggal bersama. Kemudian Tergugat dua Muhammad Fahrul Riza, Direktur PT. Pitono Putra Group sebagai Developer Perumahan Citra Alam Asri, sebagaimana perjanjian pembelian perumahan turut tergugat lainnya adalah Notaris Yulia Widya, SH, MKn dan seterusnya.

Ditambahkan oleh Advokat yang beralamat di Jalan Bengawan Solo Nomor 242 Dusun Demaan Desa Demangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro bahwa Kronologi permasalahan ini berawal dari pembelian rumah dan tanah yang awalnya dilakukan oleh Sutrisno bin Saeran dan Citra Anita Asrining Aprilia Ningsih. antara Penggugat Sutrisno dengan Tergugat Citra Anita Asrining Aprilia Ningsih. Namun karena dalam surat menyurat baru sampai pada Pengikatan Jual Beli (PJB), maka pihak Notaris tidak berani memproses ke sertifikat, karena dalam memproses sertifikat status tanah harus Akta Jual Beli (AJB). Namun di kemudian hari tanpa sepengetahuan penggugat Sutrisno muncul Surat Keterangan Perwalian yang dikeluarkan oleh Pemdes setempat,” terang Budi Prayitno.

Dalam persidanga pada 23/2/2022 di PN Bojonegoro ditemukan kwitansi palsu dari saudari tergugat dan kita tunggu saja nanti hasilnya jika memang benar ada pemalsuan ini bisa masuk ke ranah pidana,imbuh Budi Prayitno.

Sutrisno selaku penggugat melalui Kuasa Hukumnya Budi Prayitno, SH. I berharap kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro mengabulkan gugatan melawan hukum disertai ganti rudi dan sita jaminan. Pungkas Budi Prayitno mengakhiri wawancara dengan awak media Mitrapol.

 

Pewarta : Menco

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.