Kaperwil Mitrapol Aceh : Pak Mendagri tolong proses dan copot Bupati Aceh Tengah

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Di tengah lonjakan varian baru covid19 omicron, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar diduga dengan sengaja mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) dalam menggelar HUT ke 445 Kota Takengon secara meriah sehingga mengundang kerumunan massa.

Bupati Aceh Tengah terindikasi telah mengabaikan anjuran Pemerintah Pusat terkait larangan membuat acara yang dapat menimbulkan kerumunan massa, ucap Kaperwil Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,SH.

Masih ucap Teuku Indra, ia meminta kepada Mendagri, Bapak Tito Karnavian untuk segera memeriksa dan mencopot Drs. Shabela Abubakar dari jabatan Bupati Aceh tengah jika terbukti menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah terkait penerapan Prokes dan larangan melaksanakan kegiatan yang mengundang massa yang banyak di masa Pandemi Covid- 19 ini ujarnya.

Hasil pantauan Mitrapol di lapangan jika kegiatan HUT Kota Takengon tersebut telah mengundang kerumunan masyarakat yang luar biasa banyak yang diperkirakan mencapai ribuan orang, sehingga daerah yang terkenal dengan sebutan Negeri Di atas awan itu menurut data yang Mitrapol dapatkan dari rumah sakit di Takengon telah mengalami lonjakan virus covid – 19 secara drastis pasca acara tersebut.

Kaperwil Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,SH.

Padahal kata Kaperwil Mitrapol Aceh, informasinya Pordasi Aceh telah melayangkan surat penundaan kegiatan itu kepada Bapak Kapolda Aceh, namun pihak pelaksana tetap menggelar hiburan rakyat dan pacuan kuda tersebut dengan mengabaikan resiko meningkatnya virus Covid – 19, seharusnya Pihak dari Polres Aceh Tengah segera memeriksa para penyelenggara kegiatan tersebut secara hukum dan segera menghentikan pacuan kuda itu hari ini yang juga merupakan laga terakhir (final), karena di khawatirkan semakin membludaknya penonton di tempat acara tersebut ungkapnya.

Seorang Kepala Daerah itu, wajib mendukung Program Pemerintah Pusat dan mematuhinya, ini malah Bupati Aceh Tengah menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan masyarakatnya dengan menggelar kegiatan tersebut yang terindikasi tanpa mengindahkan peraturan Pemerintah Pusat serta Satgas Covid-19 ucap Kaperwil Mitrapol Aceh.

Bahkan informasi yang Mitrapol terima jika dalam pertunjukan itu, masyarakat yang menonton kegiatan pacuan kuda tidak diharuskan untuk memperlihatkan sertifikat vaksinasi, baik dosis pertama dan dosis kedua melalui aplikasi Peduli Lindungi, tidak menggunakan masker dengan baik serta tidak disediakannya fasilitas kesehatan yang baik lainnya bahkan jumlah vaksinasi digerai yang telah disediakan dilokasi itu tidak menunjukkan peningkatan vaksinasi yang signifikan, sehingga diperlukan tindakkan hukum guna membuat efek jera dan contoh untuk Kabupaten dan Kota lainnya di Aceh.

Kaperwil Mitrapol Aceh meminta kepada Bapak Mendagri R.I untuk segera memeriksa dan mencopot Bupati Aceh Tengah, karena terindikasi telah mengabaikan intruksi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh, Kaperwil Mitrapol Aceh juga meminta kepada Pihak Kepolisian khususnya Polres Aceh Tengah untuk segera memeriksa dan menindak tegas para pelaksana kegiatan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kami dari Media Mitrapol juga merasa sangat kecewa dengan Bupati Aceh Tengah dan Pelaksana kegiatan acara tersebut, seakan-akan mereka tidak menghargai perjuangan para awak media yang selama ini secara terus menerus telah memberitakan ke publik mengenai program-program Pemerintah khususnya mengenai Covid-19, baik mengenai vaksinasi mau pun himbauan dari Pemerintah untuk pencegahan terjadinya pelanggaran Prokes dan kami selama ini juga telah memberitakan mengenai perjuangan Tenaga kesehatan dan TNI – Polri yang telah berjuang keras untuk melawan virus Covid-19 ini, bahkan mereka telah rela berkorban jiwa raganya untuk kita semua, koq tega ya, kalian tidak menghargai pengorbanan mereka semua tutup Teuku Indra selaku Kaperwil Mitrapol Aceh.

 

 

Pewarta : Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.