Terancam Sanksi Pidana, Walikota Metro temukan distributor jual Migor dengan syarat tertentu

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Menyusul ditemukannya pelanggaran terhadap penjualan (migor) minyak goreng di Kota Metro. Dengan cepat, pemerintah Kota Metro memberikan peringatan kepada sejumlah distributor dan ritel modern di Bumi Sai Wawai.

Pasalnya, saat ini ditemukan untuk dapat membeli minyak goreng kemasan, pembeli diwajibkan memenuhi syarat pembelian belanja minimal Rp 40 ribu.

“Kita Operasi Pasar hari ini di beberapa tempat untuk menjaga kebutuhan masyarakat terutama minyak goreng. Dari tinjauan ini ada satu tempat yang melakukan hying dan bundling,” terang Walikota usai sidak atau inspeksi bersama dengan Forkopimda dan Satgas Pangan Kota Metro, Selasa (1/3).

Ia mengatakan, perilaku tempat usaha tersebut telah melanggar Undang Undang. Yakni pelaku pelanggaran terancam mendapatkan sanksi pidana.

“Nah sesuai apa yang disampaikan Ibu Kapolres tadi bahwa ini melanggar Undang Undang Nomor 5 tahun 1999, dan ada pidananya,” tegasnya.

Oleh karenanya ia mengingatkan, kepada sejumlah pelaku usaha untuk tidak melanggar aturan.

“Maka kita mendekatkan dan mengingatkan, yang mana masyarakat penting untuk dilindungi. Apalagi mendekati bulan suci Ramadhan. Jangan sampai ekonomi kita tidak berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro AKBP. Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan klarifikasi terlebih dahulu terkait permasalah yang ditemukan saat sidak.

“Nanti kita undang pihak yang bersangkutan, untuk klarifikasi terkait permasalahan ini,” kata dia melalui Via pesan WhatsApp.

Terkait adanya dugaan disributor nakal dalam menjual minyak goreng dengan menerapkan aturan tertentu. Dibenarkan, oleh Mak iyem pemilik warung makan di Tejoagung Metro Timur, mengatakan jika untuk mendapatkan/membeli minyak goreng ada beberapa aturan.

” Saya susah cari minyak goreng mas, sekarang diwilayah kita sini, harus belanja 1 juta dulu. Apa itu belanja sembako atau belanja barang lainnya. Baru kemudian kita bisa belanja minyak goreng 1 dus. Enggak boleh banyak, padahal kami ini warung makan, mas,” pungkas Mak Iyem.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.