Ungkap Kasus Curanmor Terbesar, Satreskrim Polres Mappi Berhasil Amankan 81 Unit Motor

MITRAPOL.com, Mappi – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mappi, Papua, berhasil mengungkap pencurian sepeda motor terbesar di kabupaten itu. Tidak tanggung-tanggung, polisi menemukan 81 unit sepeda motor berbagai jenis dari tangan para pelaku pencurian dan penadah.

Polres Mappi dalam rilis yang diterima Seputarpapua.com, Selasa (01/03/2022), disebutkan bahwa kasus tersebut berhasil diungkap setelah memerima tiga laporan dari warga.

Setelah melakukan penyellidikan, polisi berhasil mengamankan 81 unit sepeda motor dari pelaku pencurian dan penadah.

Polisi juga berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial MDD dan dua penadah berinisial MYD dan AGR. Sementara pelaku berinisial NK masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mappi.

Kapolres Mappi, AKBP Damianus Dedy Susanto mengatakan, pelaku melakukan aksinya menggunakan obeng pelat untuk menghidupkan sepeda motor di waktu dini hari.

Setelah berhasil mencuri sepeda motor, pelaku kemudian membongkar dan merubah bentuk atau memodifikasi sepeda motor hingga tidak dikenali pemiliknya.

“Lalu pelaku menjual sepeda motor ataupun sparepart ke pelaku penadahan,” ungkap Kapolres Damianus.

Kepala Satuan Reskrim Polres Mappi, Iptu Andi Suhidin menjelaskan, penadah membeli sparepat dari pelaku berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tanpa dilengkapi surat kepemilikan kendaraan bermotor.

Selanjutnya, setelah sepeda motor dirubah atau dimodifikasi, penardah menjual lagi ke masyarakat dengan harga berkisar Rp4-5 juta tanpa dilengkapi surat-surat.

Tidak hanya itu, sparepart atau perlengkapan sepeda motor yang sudah dibongkar, ada juga yang dijual dan ada yang ditukar dengan sepeda motor lainnya untuk menghilangkan jejak.

“Pelaku melakukan modus pencurian dan penadahan ini selama empat tahun, dan oleh masyarakat pelaku dijuluki Tokopedia (semua alat-alat sepeda motor tersedia di pelaku),” terang Iptu Andi Suhidin.

Pelaku curanmor dan penadah dijerat dengan Pasal 363 KUHP juncto Pasal 64 KUHP dan Pasal 480 KUHP. Ancaman hukuman pidana penjara 4 hingga 8 tahun.

Saat ini proses penyidikan telah berlangsung dengan memeriksa sejumlah saksi maupun korban. Tiga unit sepeda motor telah diketahui pemiliknya, sementara 78 unit masih ditelusuri siapa pemiliknya.

“Penyidik masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya keterlibatan tersangka lain dan adanya barang bukti lainnya,” ujar mantan KBO Satreskrim Polres Mimika ini.

Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers yang dilakukan Polres Mappi dengan mengundang Pemerintah setempat, Forkopimda, tokoh dan elemen masyarakat hingga para korban.

Dimana kasus-kasus lainnya yang ditangani Polres Mappi sejak Januari-Februari 2022, juga disampaikan dalam konferensi pers tersebut.

Apresiasi disampaikan oleh sejumlah pihak dalam kesempatan itu, dan berharap jajaran Polres Mappi terus melakukan pengungkapan terhadap kasus-kasus lainnya di Kabupaten Mappi.

 

Pewarta : Dedi. N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.