Giat Sahabat Kamtibmas, Kapolres Metro berjanji tindaklanjuti laporan warga terjepit Bank Plecit

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Kapolres Metro, Lampung AKBP Yuni Iswandari Yuyun menghadiri kegiatan Sahabat Kamtibmas yakni ramah – tamah bersama para tokoh agama dan masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, sekaligus mendengarkan keluhan,saran serta usulan dari masyarakat kepada pihak kepolisian. Acara berlangsung di Aula Kecamatan Metro Utara, Sabtu (5/3).

Diketahui, bahwa Kegiatan Sahabat Kamtibmas bertujuan sebagai upaya mendekatkan diri pihak kepolisian kepada masyarakat dan juga sesuai dengan program pemerintah tentang nawacita yang mana salah satunya berisikan negara harus hadir ditengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Wawan Apriyanto sebagai Ketua RW 11 Karangrejo menyampaikan keluhan, bahwa saat ini marak pinjaman koperasi/Bank Plecit sebagai pemberi pinjaman uang bunga tinggi. Apalagi prilaku para kawanan penagih hutang/debt colector dari Bank Plecit sudah meresahkan warga masyarakat.

Ia mengatakan, bahkan juga kerap mendapatkan laporan dari warga dilingkungannya tentang perilaku sang penagih hutang/debt colector Bank Plecit yang meresahkan.

“Hampir 30 persen warga di wilayah saya itu jadi korban bank plecit. Yang jelas Bank plecit ini sangat meresahkan sekali karena mereka yang mendapat keuntungan, kita selaku pamong itu dibawa-bawa terus. Karena setiap ada permasalahan dengan warga itu terkait dengan pamong,” ungkap Wawan.

Dikatakannya, jika para penagih Bank Plecit/debt Colector berkedok koperasi itupun tak sedikit. Bahkan, ada beberapa penagih Bank Plecit dikabarkan beroperasi diwilayah Karangrejo Metro Utara.

“Jumlahnya ada sekitar 20 orang yang mengaku koperasi di wilayah saya ini. Untuk pinjamannya itu variatif, ada pinjam 500 ribu, satu minggu jadi 600 ribu. Jadi kalau dia bayarnya sebulan, maka bayarnya 900 ribu. Itu saya pernah nanganin langsung dan berbenturan. Pernah ada salah satu warga yang merasa dimaki-maki oleh Debkolektor. Bahkan, ada empat rumah yang terancam dijual karena Bank Plecit ini. Jadi kita minta Polisi bagaimana solusinya. Intinya itu saja, agar tidak terus marak dan menjalar lebih luas. Jumlah korbannya di wilayah saya kurang lebih ada 30 persen,” jelasnya.

Menanggapi persoalan itu, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun berjanji akan menindaklanjuti atas laporan masyarakat Karangrejo.

” Terkait bank plecit itu bukan hanya terjadi Metro Utara, namun di semua tempat bisa terjadi. Langkah yang akan kita lakukan adalah seperti kegiatan yang dilakukan hari ini. Kegiatan ini secara tidak langsung kita mensosialisasikan solusi dari permasalahan di masyarakat ,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan terhadap jumlah Bank Plecit berkedok koperasi diwilayah Kota Metro.

” Memang sudah diperintahkan Bapak Kapolda, kita wajib menjawab permasalahan masyarakat. Paling penting kita harus mendata dulu, ada berapa banyak dan kita analisa yang di wilayah Metro Utara, bahkan seluruh Kota Metro. Modusnya dan motif seperti apa, dan kenapa itu bisa terjadi pada masyarakat. Jangka waktunya satu bulan saya berikan agar mengungkap dan melakukan penindakan. Harapannya Satreskrim Polres Metro bisa menyelesaikan permasalahan ini ,” tutup Kapolres Metro.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.