RJN Meminta Polisi segera proses laporan aktifis terkait penghinaan oleh oknum Kades Wanakerta

MITRAPOL.com, Tangerang Banten – Penghinaan profesi terhadap wartawan dan LSM oleh oknum kepala Desa Wanakerta melalui rekaman Voice Note yang menyebar ke group-group LSM dan jurnalis membuat geram para aktifis dan insan pers di tanah air.

Rekaman voice note yang menghebohkan tersebut berbunyi, “Kepala Desa angkatan tanggal 10 bulan 10, bukan kepala desa kaleng-kaleng. Kepala desa baja full. Baja Krakatau Steel. Wartawan LSM, lewat! Mau 50 ribu dikasihin amplop, silahkan. Tidak mau? Akan saya tunjukan ketika saya lagi dididik di Pusdikif Cimahi Bandung, ya! Jangan macem-macem LSM sama wartawan ke LTS”

Terkait Viralnya kiriman Voice Note tersebut akhirnya Kepala Desa Wanakerta Kecamatan Sindang Jaya Tumpang Sugian meminta maaf dengan dalih “LELUCON”, walau sebenarnya celotehannya di voice note tersebut tidaklah lucu dan menimbulkan kekecewaan terhadap para media dan LSM.

Rekaman suara tersebut sangat menyakitkan hati dan merendahkan kami sebagai aktifis dan insan Pers, ungkap Anthoni ketua Ruang Jurnalis Nusantara (DPC-RJN) Kabupaten Tangerang.

Menurut Anthoni Sebagai manusia bermartabat kami menerima permohonan maaf kades atas hinaannya terhadap Insan Pers dan LSM, tapi proses hukum haruslah tetap berjalan, sebagai efek jera,” ucapnya.

Kami meminta Polresta Tangerang untuk segera memproses pengaduan para aktifis dan wartawan, mengingat kemitraan kami sebagai jurnalis dan Aktifis dengan pihak kepolisian sudah terjalin lama, kegaduhan ini harus segera di selesaikan dan berharap pihak kepolisian dapat menindak secara profesional oknum kades yang dinilai sangat meresahkan para insan pers dan aktifis di tanah air,” tegas Anthoni.

 

Pewarta : RS /Hru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.