Kisruh Izin Kapal Berlayar, Kapal Cantika Lestari 8f mulai di batasi jadwalnya, Lepidak Sultra : Ada asas yang tidak tepat dalam penerapan aturan

MITRAPOL.com, Butur – Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi tenggara (Lepidak Sultra) Menyikapi Kisruh Ijin Kapal Berlayar yang singgah transit di pelabuhan Waodeburi Kabupaten Buton Utara (Butur) yang berada dari Kabupaten Wakatobi menuju Kendari.

Ironisnya menurut informasi dan hasil penelusurannya, kapal Cantika saat ini mulai di batasi lintasannya oleh sahabandar, kalau hal ini terjadi berarti ada asas yang tidak tepat dalam penerapan aturan, dan ini tidak bisa dibiarkan.

Hal itu di sampaikan oleh ketua Lepidak Sultra Laode Hermawan,SH kepada media  saat ditemui di kediamannya.Rabu,(9/3/2022).

Ketua Lepidak Sultra Laode Hermawan Mengungkapkan munculnya Kapal Cantika merupakan kebahagian bagi masyarakat Butur karena sangat terbantu dengan melintasnya kapal – kapal yang berasal dari wakatobi menuju kendari.karena Kapal cantika sangat memahami masyarakat Buton utara.

“Dimana fasilitasnya terjamin termasuk kebersihannya selalu terjaga, harga tiketpun terjangkau, bahkan orang sakit, kedukuaan gratis luar biasa pelayanannya ditamba lagi Pemasukan Anggaran Daerah (PAD) di kabupaten Butur jelas dan terukur karena kapal cantika memilik ijin transit dan berlabu dari dinas perhubungan kabupaten Butur,” ungkapnya

Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemdah Butur agar bersurat kepada pihak berwenang agar kapal cantika tetap pada jadwal semula karena kontribusi kepada pemda butur Kapal cantika jelas baik berupa moril maupun materil.

“Kami sebagai warga Butur menghimbau kepada penentu kebijakan dalam hal ini Sahabandar, Dishub Provinsi Sultra, Dishub Butur agar melakukan koordinasi dengan baik agar para pengusaha Angkutan laut jalur wakatobi – butur – kendari tidak ada yang dirugikan harus merata dan pengusaha angkutan yang pro kepada rakyat yang diutamakan,” ujarnya

 

Menurutnya dierah pandemi ini pemerintah harus cermat memahami sikon, jangan keputusannya membuat gadu masyarakat, kata dia, Presiden RI Jokowi menegaskan jangan halangi yang berifestasi karena itu pelanggaran hukum.

“Untuk itu saya berharap kepada pihak legislatif, eksekutif bantu para pengusaha yang mau berinfestasi dan jangan dihalangi, karena para pengusaha yang pro rakyat seperti Kapal cantika harus diprioritaskan dan didukung,” tutupnya.

 

Pewarta : David wiridin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.