Kisah Pilu Ibu Sarina Pegawai Serabutan Asal Pandeglang bisa berangkat ke Tanah Suci

MITRAPOL.com, Pandeglang – Geliat jumlah pelaku ibadah umrah ke Tanah Suci dari Indonesia kembali terlihat seiring pencabutan suspend penerbangan oleh pemerintah Arab Saudi pada 1 Desember 2021 lalu.

Hampir setiap hari, puluhan hingga ratusan orang dari Tanah Air berangkat umrah di tengah pandemi COVID-19. Tentu saja perjalanan ibadah tersebut bukan tanpa risiko.

Seperti diketahui, sejumlah kebijakan terkait penanganan Covid-19 dicabut oleh Pemerintah Arab Saudi, seperti menghapus karantina dan keharusan melakukan Swab PCR serta beberapa kelonggaran lainnya.

Hal tersebut diharapkan menjadi isyarat dari negara yang menjadi kiblat umat Islam dunia, terkait penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah.

Kali ini Seorang Ibu Sarina 57 Th asal Pandeglang Banten berkesempatan berangkat menunaikan Ibadah Umrah ke Tanah Suci Mekah walaupun harus menunggu selama dua tahun dengan proses yang cukup lama akibat wabah pandemi Covid yang melanda Indonesia

Ibu Sarina 57 Th Asal Kampung Pamatang Desa Bulagor Kecamatan pandeglang Banten akhirnya bisa melaksanakan niatnya yang sudah lama terpendam, Jumat (11/3/2022)

Ibu Sarina yang kesehariannya hanya sebagai buruh serabutan di kampungnya yang berpenghasilan tidak pasti terkadang dengan penghasilan yang minim Sarinah selalu menyisihkan rezekinya untuk menggapai cita citanya berangkat umrah

Namun ibu Sarinah tidak putus asa, terus berdoa berikhtiar berupaya dan berusaha, bahkan sampai hijrah ke kampung orang lain, ikut anaknya pertama yang punya suami di Kecamatan Pagelaran, singkat cerita sekarang buka usaha warung sembako di Tanggerang, setiap hari selalu menyisihkan uang hasil usahanya ke celengan, atas kegigihanya membuahkan hasil, sehingga cita – citanya ingin ke tanah suci terlaksana.

Singkat cerita Sarinah menggelar acara pengajian yang di isi oleh Ustadz Dahlan mengatakan, kita tidak bisa berangkat ke tanah suci yang nomor satu yaitu naik haji rukun Islam yang ke lima, kita boleh berangkat yang No duanya yaitu umrah, karena yang pertama itu wajib, kalau yang kedua dan ketiganya atau seterusnya itu hukumnya termasuk sunah.

Lanjut ia, makanya kalau kita sudah mampu dananya mencukupi buat kesana ayoh segeralah ke tanah suci Mekah, karena kita disanalah ada keistimewaan yang sangat luar luar biasa, disana kita menjadi tamunya Allah. dan kita disana harus pasrahkan diri sujud kepada Allah dihadapan Ka’bah,” jelasnya.

Lalu ketika kita akan mencium hajar Aswad jangan mengingat harta anak dan keluarga, kita pasrahkan diri kepada Allah, sebab saya sendiri yang pernah mengalaminya, ketika ngantri mau mencium hajar Aswad, ingat sama anak masih pada kecil – kecil, dari situlah saya hampir pingsan, dan akhirnya saya niatkan diri pasrah kepada Allah, dan Alhamdulillah akhirnya selamat bisa mencium hajar Aswad,” pungkas ustadz Dahlan.

 

Pewarta : Muklis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.