Hewan ternak masuk ke Areal HGU PT RAPALA, DPRD Langkat Gelar RDP

MITRAPOL.com, Langkat – Perkebunan PT Rapala merugi, karena ternak sapi milik warga sekitar bebas masuk ke areal perkebunan. Ujungnya, pihak PT. Raya Padang Langkat (Rapala) Gebang Kabupaten Langkat, terpaksa memasang plank / portal pelarangan hewan ternak masuk ke areal perkebunan

Pemasangan portal tersebut menuai protes warga, sehingga DPRD Langkat menggelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) Lintas Komisi A, B, C dan D di ruang rapat DPRD Langkat, dengan mengundang pihak Rapala dan warga sekitar, Senin (14/3/2022)

Dalam RDP tersebut hadir Para anggota Dewan diantaranya Dedek Pradesa, Dedi, Pimanta Ginting, Zulhijar dan Sukardi dari Komisi A, Romelta Ginting (Komisi B), Lucky Sahputera dan Julihartono (Komisi C) serta Ajai Ismail dan Munhasyar (Komisi D) serta M. Bahri, Sedarita Ginting dan Salam Sembiring, serta Pemerintah Daerah yang di wakili Kabag Tata Pemerintahan Surianto.

Sedangkan tim dari PT. RAPALA. Zulkifli MP (Kepala Departemen Kebun), Lambok Evalina Hutapea, SE (Kepala Departemen Umum), Bernad Hutabarat (Estate Manager Kebun Gebang), Defriansyah Manik, SH (Staf Khusus Kandir Medan) dan Beatus Rafael Lumban Gaol (Humas Kandir Medan) dan David Guntoro Pakpahan, SH (Staf Legal PT Rapala).

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi A Dedek Pradesa , berjalan alot dan sengit karena perwakilan warga bersikeras meminta kepada wakil rakyat agar pihak perkebunan membongkar portal dan mengizinkan warga untuk melepas sapinya ke areal perkebunan.

Mendengar permintaan warga tersebut, pihak DPRD mencoba melakukan mediasi guna mencari solusi terbaik agar permasalahan ini dapat diselesaikan.

Setelah mendengar penjelasan dari Kasat Intelkam Polres Langkat AKP Syarif Ginting, bahwasanya pihak perkebunan telah melapor ke Mapolres Langkat untuk memasang portal di area HGU perkebunan PT RAPALA.

Sebelum memasang portal pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan disepakati warga tidak akan melepas ternak sapi ke areal perkebunan dan warga hanya boleh mengarit rumput di areal perkebunan, serta pihak perkebunan akan membantu memberikan mesin babat pemotong rumput ke beberapa dusun yang ada disekitar perkebunan.

Namun kesepakatan tersebut dilanggar dan akhirnya muncul persoalan sehingga terjadi RDP di Gedung DPRD Langkat.

Sementara itu, Zulkifli MP selaku Kepala Departemen Kebun menerangkan kerugian yang diderita PT. Rapala akibat masuknya hewan ternak warga ke areal kebun PT. Rapala.

“Bukan kecil kerugian yang diderita perusahaan tersebut bahkan ditaksir mencapai milyaran rupiah. Karena itu, wajar jika dilakukan pemagaran dan pemasangan plank, pos dan portal,” ujar Zulkifli.

Dari sekian banyak komentar dan tanggapan, yang menarik tanggapan dari Dedi (Komisi A) Ditegaskannya, yang mau dicari adalah solusi.
“Jadi, kalau memang portal-portal yang berada didalam HGU itu harus dibuka, ya dibukalah semuanya. Dengan kata lain, semua portal yang ada di Kabupaten Langkat ini ya harus dibuka biar adil,” ujarnya.

Rapat dengar pendapat yang digelar diruang Banggar DPRD Langkat akhirnya usai kedua belah pihak sepakat untuk saling menghormati dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

(1) Pihak kebun boleh memasang portal yg berada didalam HGU perusahaan untuk tujuan sapi jangan masuk ke wilayah HGU PT. RAPALA.

(2) Warga boleh mengarit rumput di areal kebun PT. Rapala dan sesekali akan dicek oleh security, apabila ada hal yg mencurigakan (khususnya utk mengamankan TBS & Brondolan).

(3) Sosialisasi harus terus dilakukan agar warga mengetahui semua ketentuan yang berlaku.

(4) Hewan ternak yang masuk ke areal kebun didenda, karena hal itu jelas merugikan pihak kebun.

(5) PT. Rapala segera merealisasikan kesepakatan tentang bantuan mesin pemotong/ pencacah rumput.

 

Pewarta : ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.