JKA tak lagi berpihak ke Rakyat Aceh, Bagaimana nasib warga miskin.?

MITRAPOL.com, Kab Nagan Raya- Ketika keputusan yang telah disepakati oleh pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh(DPRA)untuk tidak lagi menanggung biaya Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) terhitung sejak April 2022 ini, membuat sejumlah pihak merasa resah, terutama para warga yang tergolong kurang mampu yang selama ini sangat terbantu ketika mereka berobat diberbagai fasilitas kesehatan didaerahnya.

Namun begitu isu ini bergulir sejumlah warga Aceh mulai resah memikirkan bagaimana nasib mereka bila salah satu anggota keluarga mereka harus berobat kerumah sakit konon lagi harus dilakukan tindakan operasi yang tentu saja membutuhkan dana besar.

Salah seorang warga Nagan Raya yang dijumpai wartawan Mitrapol.com pada, Kamis (17/93) di ruang tunggu RSUD SIM Nagan Raya mengatakan, sangat khawatir mendengar isu yang berhembus bahwa pemerintah Aceh tidak lagi menanggung peserta JKA, “bagaimana nasib kami yang kurang mampu ini,

“Bila Pemerintah tidak lagi menanggung peserta JKA, apakah kami harus pasrah atau beralih kedukun bila sakit,” ujar Cut Buleun warga Desa Kulu kecamatan Seunagan yang mengaku rutin berobat mata ke poli mata di RSUD Nagan Raya.

Lebih lanjut Cut Buleun berharap agar pemerintah Aceh kembali melanjutkan program ini yang dicetuskan oleh Gubernur Aceh terdahulu yaitu Irwandi Yusuf.

Dari isu yang beredar dana 900 Milyar yang semestinya untuk jaminan kesehatan masyarakat Aceh kini dialihkan untuk pokok pikiran (Pokir) atau lebih dikenal dana aspirasi seluruh anggota DPRA.

 

Pewarta : Teuku Ridwan.SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.