Ketua FGII Propinsi Lampung Apresiasi Dinas Pendidikan

MITRAPOL.com, Lampung – Ketua DPD FGII Provinsi Lampung Anton Kurniawan memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah yang dimulai pekan ini.

Menurut Anton, keputusan ini merupakan langkah maju pemerintahan Gubernur Arinal Djunaidi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

“FGII Provinsi Lampung memberikan apresiasi dan mendukung langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM), sebab sudah terlalu lama peserta didik melaksanakan pembelajaran secara daring akibat pandemi Covid-19,” ujar Anton.

Dia juga mengatakan selama pandemi yang sudah berlangsung dua tahun lebih telah mengakibatkan siswa nyaris kehilangan gairah belajar dan kemampuan menyerap pembelajaran akibat terlalu lama belajar di rumah (learning loss).

“Resiko akibat learning loss ini yang harus kita minimalisasi. Ini tidak boleh dibiarkan karena ini bisa berakibat fatal bagi generasi masa depan,” ucapnya.

Selain itu dia juga meminta pemerintah Provinsi Lampung untuk tidak terburu-buru menutup sekolah dan kembali melaksanakan pembelajaran daring jika nantinya ada satu atau dua siswa yang diduga mengalami sakit demam atau terpapar virus.

Dia juga meminta pihak sekolah betul-betul mengawasi dan tahu kondisi siswanya sehingga jika terdapat siswa yang kondisi kesehatannya menurun segera diketahui dan segera melakukan langkah pencegahan.

“Sekolah harus mengawasi siswanya dengan ketat. Jika ada siswa yang kondisi kesehatannya menurun diminta untuk tidak masuk sekolah dan istirahat di rumah. Jangan sampai karena ada satu atau dua siswa yang sakit sekolah ditutup,” katanya.

“Kita semua menyadari bahwa virus ini tidak akan hilang, saatnya kita harus berdampingan dengan makhluk yang disebut berukuran 120 nanometer ini. Oleh sebab itu, pihak sekolah harus memastikan bahwa disiplin protokol kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasar wawancara Komisioner KPAI Retno Listyarti dengan para siswa SMA di Lampung Utara dan Lampung Tengah pada, Selasa (15/3/2022) lalu, diketahui hampir semua siswa memilih pembelajaran secara tatap muka langsung dengan alasan lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan.

Hal yang sama juga disampaikan beberapa guru di sekolah dan orang tua siswa yang menganggu pembelajaran online kurang efektif.

 

Pewarta : Deni. W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.