Negara Merugi Rp 94 M, mantan petinggi PT Perkebunan Sumatera Utara didakwa dugaan korupsi

MITRAPOL.com, Medan – Direktur PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) 2007 – 2010, Ir. Heriati Chaidir MM (62) dan Ketua Panitia Ganti Rugi Kebun Simpang Koje, Darwin Sembiring (61) disidangkan dalam perkara dugaan korupsi sebesar Rp. 94,059,667,612.

Selain itu, terdakwa M. Syafi’i Hasibuan SE (60) selaku Manajer Kebun Simpang Koje Tahun 2011 s/d 2013 juga disidangkan dengan dakwaan terpisah, yakni mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan kebun yang merugikan negara Rp 15.204.220.000

Persidangan beragenda pembacaan dakwaan JPU Kejati Sumut Oktafian Syah Effendi, berlasung secara virtual di ruang Cakra-9 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (17/3/2022).

Menurut JPU, terdakwa Heriati Chaidir bersama-sama terdakwa Darwin Sembiring (berkas terpisah) tahun 2007 -2010 melaksanakan kegiatan Ganti Rugi Proyek Pembangunan Kebun Simpang Koje.

Terdakwa Heriati dan Darwin Sembiring telah memperkaya dirinya sendiri, memperkaya masyarakat penerima ganti rugi tanaman dan bangunan di luar izin Lokasi Kebun Simpang Koje, sehingga negara merugi sebesar Rp. 30,357,107,354,00

Kemudian 2011 – 2018 terdakwa Darwin Sembiring bersama-sama dengan Darwin Nasution (meninggal dunia) selaku Dirut PT. PSU Tahun 2011 s/d 2018 melaksanakan kegiatan Ganti Rugi Proyek Pembangunan Kebun Simpang Koje dan Kampung Baru .

Menurut JPU, kegiatan yang dilaksanakan Darwin Sembiring dan Darwin Nasution telah memperkaya diri sendiri dan memperkaya masyarakat penerima ganti rugi tanaman dan bangunan luar Izin Lokasi Kebun Simpang Koje dan Kebun Kampung Baru sehingga negara merugi Rp. 63,702,560,258,00.

Sedangkan terdakwa Syafi’i Hasibuan bersama-sama dengan Darwin Nasution (meninggal dunia) selaku Direktur Utama PT. PSU Tahun 2011- 2013, secara melawan hukum telah mengeluarkan uang biaya pemeliharaan Kebun Simpang Koje dan menggunakannya tidak sesuai dengan peruntukannya.

Perbuatan itu telah memperkaya diri terdakwa dan memperkaya Darwin Nasution, yakni uang sisa biaya pemeliharaan Kebun Simpang Koje yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya berjumlah Rp.15.204.220.000,-

Para terdakwa, ungkap JPU, melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan.

Secara melawan hukum, para terdakwa telah mengeluarkan, dan menggunakan uang PT. PSU untuk pembayaran ganti rugi tanaman tumbuh dan bangunan terhadap masyarakat yang berada di Luar Izin Lokasi Kebun Simpang Koje dan Kampung Baru.

Semua temuan kerugian negara itu, berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Negara Kantor Akuntan Publik (KAP) Tarmizi Achmad.

Para terdakwa diancam dengan pasal 2 dan 3 Jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim diketuai Sulhanuddin menunda persidang hingga pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi (keberatan atas dakwaan) penasehat hukum terdakwa Darwin Sembiring, sedangkan dua terdakwa lainnya tidak mengajukan eksepsi.

 

Pewarta : ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.