Kasus Korban geng Motor, 2 Saksi di hadirkan Keluarga Minta Para Pelaku Segera Ditangkap

MITRAPOL.com, Medan – Terkait Genk motor serang Ariandi Tampubolon (19), warga Jalan Medan-Batangkuis Pasar X, Dusun XV, Jalan Karya Kesuma, Desa Bandar Klippa, Kec Percut Seituan dengan senjata tajam hingga mengalami luka sabetan pada telinga kanan dan tangan kiri yang nyaris putus, kedua saksi menghadiri panggilan Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan, Jumat (28/3).

Menurut Fitri Anisah (32), kakak dari Ariandi Tampubolon yang mendampingi kedua saksi ke Polrestabes Medan untuk memberikan kesaksian kepada penyidik mengenai kejadian pada Minggu (13/3) dini hari itu, berharap setelah selesainya kedua saksi tersebut memberikan keterangan, hendaknya pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

“Sebab pelaku sudah sangat kejam memperlakukan adik saya seperti sekarang ini, hingga telinga kanan dan tangan kirinya nyaris putus atas bacokan para pelaku yang menyerang dirinya,” ungkapnya.

Mengakhiri, Fitri menuturkan bahwa kepolisian hendaknya melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku.

“ini sangat brutal dan tidak manusiawi, karena penyerangan yang tak diketahui Adik saya (Ariandi Tampubolon), seakan telah direncanakan, karena para pelaku membawa senjata tajam jenis golok,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu subuh itu (13/3), korban yang saat itu bersama teman temannya sedang bermain gitar di depan rumah, tiba tiba didatangi sekitar puluhan pria yang mengendarai belasan sepeda motor.

Kemudian korban dan teman temannya yang tak tahu menahu, tiba tiba diserang para pelaku tersebut yang saat itu membawa senjata tajam jenis golok

Dengan membabi buta, para pelaku yang akhirnya membacok korban hingga mengalami luka pada telinga kanan dan tangan kiri yang nyaris putus.

“Saat itu adik saya mengalami luka para akibat perlakuan para pelaku yang berjumlah lebih 20 orang, sehingga adik saya mengalami pendarahan banyak, akhirnya dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan, itupun setelah ditolak pihak RS Haji Medan karena kondisi parah adik saya, sebab harus dilakukan operasi, karena telinga kanan adik saya nyaris putus dan tangan kiri adik saya saat ini beberapa jarinya tidak bisa digenggam,” ungkap Fitri Anisah.

Selanjutnya, setelah korban yang telah mengalami operasi hingga mengeluarkan biaya sekitar 50 juta dan hingga saat ini masih terbaring di RSUP H Adam Malik Medan, akhirnya (15/3), Fitri Anisah melaporkan hal itu ke Polrestabes Medan dengan LP/B/846/III/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Poldasu, tanggal 15 Maret 2022.

“Berdasarkan keterangan adik saya dan teman temannya bahwa pelakunya bernama Mamek, Rozi Dwi, Rinaldo dan teman teman lainnya yang belum diketahui namanya,” terang Fitri.

Menurut korban ketika dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (17/3), mengatakan bahwa dirinya diserang membabi buta oleh para pelaku.

” Saya ingat kejadian tersebut dan teman teman saya yang mengetahui kejadian itu, akhirnya mengetahui beberapa nama pelaku penyerangan dengan senjata tajam, namanya Mamek, Rozi, Dwi dan Rinaldo serta teman teman yang lainnya,” kata Ariandi Tampubolon.

Mengakhiri, Fitri kembali menuturkan bahwa dirinya berharap Kapoldasu, terutama Kapolrestabes Medan, agar menangkap para pelaku dan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku.

“Para pelaku yang katanya tergabung dalam Gank motor telah membuat adik saya mengalami luka dan cacat akibat perbuatan mereka, saya minta keadilan akan hal ini,” pungkasnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino ketika dikonfirmasi melalui WA, Kamis (17/3), mengatakan bahwa saat ini sedang ditangani SatReskrim Polrestabes Medan.

“Terima kasih Sedang ditangani oleh SatReskrim,” katanya.

 

Pewarta : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.