Pemuda Sukaresmi Sobang diduga tewas bunuh diri, Polsek Maja datangi TKP

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Seorang pemuda berinisial R (26) Warga Kampung Bongkok RT 004 RW 001, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sobang yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terikat seutas tali disebuah kandang ayam milik warga yang berlokasi di Kampung Cibunar Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak Banten.

Penemuan jasad pemuda kelahiran 1996 tersebut pada saat seorang warga Rubhan (33), sedang melintas sekira pukul 06:10 WIB. Dirinya melihat mayat laki-laki dalam kondisi mengantung disebuah kandang ayam yang menjadi TKP. Rubhan langsung mendatangi Kantor Desa Mekarsari untuk malapor pada aparat desa setempat.

Rubhan menyampaikan hal tersebut melalui Umar (44) Sekertaris Kepala Desa Mekarsari terkait adanya mayat yang diduga korban bunuh diri di kandang ayam yang diketahui milik Sutrisna.

“Mendapat laporan penemuan mayat tanpa dari warga yang hendak melintas, akan tetapi korban bukan warga kami”Terang Umar yang juga sudah melapor ke pihak Kepolisian Sektor Maja

Tidak berapa lama, Kapolsek Maja Kompol Yujasman, Kaur Reskrim Polres Lebak IPDA Aminudin, Kanit Reskrim Polsek Maja Abdul Wahab, Panit Yanmin Intelkam Polsek Maja Bripka Topik dan Babinsa Desa Mekarsari Serda Bisran bersama Babinmas Bripka Aswita mendatangi lokasi.

Setelah melakukan olah TKP dengan menggali keterangan para saksi Rubhan, Umar dan Sutrisna serta mencari barang bukti pihak kepolisian segera membawa jasad korban ke RSUD Adjidarmo di Kota Rangkasbitung.

Pantauan mitrapol.com, Jenazah R (26) telah dijemput oleh keluarga dibantu pihak pemerintah Desa Sukaresmi, namun hingga berita diterbitkan belum ada keterangan mengenai motif dibalik kematian korban yang diduga tewas dengan cara bunuh diri.

Semetara anggota Kepolisian Sektor Sobang yang dihubungi melalui pesan Whats App juga tidak bisa memberikan informasi yang cukup lantaran menurutnya, Pihak keluarga maupun Pemerintah Desa Sukaresmi tidak ada konfirmasi ke Pihak Polsek Sobang.

“Belum, karena memang waktu penjemputan tidak ada konfirmasi ke saya dan memang berangkat bersama Jaro (Kades) padahal saya sudah menyarankan agar keluarga mau otopsi hanya menghubungi via WA”Ungkap anggota Polsek Sobang menjawab pesan melalui Aplikasi Whats App

“Tetap kami lakukan pengecekan nama dan aslinya orang bongkok. Intinya keluarga informasinya menolak untuk otopsi”,Pungkasnya

Amat disayangkan nomor kontak Kepala Desa Sukaresmi belum bisa dihubungi awak media untuk mencari tahu sebab musabab warganya sampai melakukan bunuh diri.

Dalam kasus ini, sudah semestinya pihak Pemerintah Desa Sukaresmi bisa bersinergi dengan pihak aparat di wilayah hukum Polsek Sobang, mengingat meninggalnya R (26) bukanlah sebatas kematian saja akan tetapi terdapat persoalan yang perlu ditangani bersama-sama.

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.