BBP Desak ESDM dan Polda Banten segera tutup tambang pasir kuarsa milik suba PT TAM Desa Keusik Banjarsari

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) Kabupaten Lebak Banten, mendesak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten dan Polda Banten melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap perusahaan tambang pasir kuarsa PT Tambang Alam Makmur (TAM) di kampung Ciluluk Desa Keusik Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.

Berdasarkan penelusuran Tim Investigasi Badak Banten Perjuangan tambang pasir kuarsa PT TAM itu belum memiliki dokumen perizinan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku tentang izin minerba.

” Kami dari BBP mendesak ESDM dan Polda Banten segera menutup tambang pasir kuarsa PT TAM karena tidak memiliki izin resmi sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” kata Dede Kodir Tim investigasi BBP kepada awak media di Rangkasbitung.

Dede Kodir mengatakan secara administratif ESDM memiliki kewenangan melakukan tindakan terhadap tambang pasir kuarsa atau minerba, namun dalam penegakan dan tindakan hukum karena tambang pasir kuarsa tidak berizin resmi bentuk pelanggaran hukum pidana sebagaimana pasal 158 UU no 3 tahun 2020 tentang minerba merupakan ranah aparat penegak hukum kepolisian republik Indonesia.

” Ada pelanggaran hukum pidana sebagaimana dimaksud pada pasal 158 UU minerba no 3 tahun 2020 dapat di pidana maksimal 5 tahun dan denda setinggi tingginya Rp 100 000 000 000 ( seratus milyar rupiah).” kata Dede Kodir mantan aktivis mahasiwa kabupaten Lebak.

Hal itu juga dikatakan Ketua Tim investigasi BBP Herdi Sudrajat, l perusahaan tambang pasir kuarsa itu harus menjadi atensi pihak aparat kepolisian baik Polres Lebak dan Polda Banten segera melakukan penindakan dan penegakan hukum karena langkah itu menjadi tanggungjawabnya.

” Aparat Kepolisian Polres Lebak dan Polda Banten segera melakukan tindakan hukum karena langkah itu menjadi tanggungjawabnya,” kata Herdi Sudrajat.

Sementara Erot Rohman Ketua DPC BBP Kabupaten Lebak mengaku sedang mempersiapkan langkah langkah berikutnya untuk melakukan pelaporan baik kepada ESDM dan Aparat Kepolisian Polda Banten agar segera menutup dan menindak tegas berdasarkan hukum pidana terhadap perusahaan tambang pasir tersebut.

” Saya sedang mempersiapkan langkah langkah berikutnya untuk kepentingan pelaporan agar ESDM dan Polda Banten melakukan penutupan dan penindakan hukum,” ungkap Erot Rohman.

Di beritakan sebelumnya bahwa tambang pasir kuarsa PT TAM tidak memiliki dokumen perizinan berdasarkan Undang-Undang minerba dan Suba selaku pemilik PT TAM perusahaan tambang pasir kuarsa itu mengakui bahwa lokasi tambang pasir nya tidak memiliki izin resmi.

” Betul tambang pasir saya tidak memiliki izin resmi, namun sedang kami ajukan perizinannya,” terang Suba..

 

Pewarta : Tim MP lebak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.