Sepekan sudah, Korban Geng Motor yang di bacok akhirnya lakukan rawat jalan

MITRAPOL.com, Medan – Terkait Gank motor serang Ariandi Tampubolon (19), warga Jalan Medan-Batangkuis Pasar X, Dusun XV, Jalan Karya Kesuma, Desa Bandar Klippa, Kec Percut Seituan korban Gank motor dengan senjata tajam hingga dirawat di RSUP H Adam Malik, Medan dari Minggu (13/3), lalu akhirnya Sabtu (19/3), korban pulang kerumah dan melakukan rawat jalan dikarenakan keterbatasan biaya.

Menurut Fitri Anisah (32), kakak dari Ariandi Tampubolon bahwa dirinya terpaksa membawa adiknya pulang karena keterbatasan biaya.

“Soalnya biaya dikeluarkan buat pengobatan dan operasi sudah hampir 50 juta, karena selain telinga kiri dijahit akibat sabetan senjata tajam, tapak tangan sekitar jari juga dioperasi dan saat ini ketiga jarinya diberikan pen karena patah dan retak akibat sabetan senjata tajam pelaku,” ungkap Fitri.

Fitri kembali mengungkapkan, bahwa dirinya merasa pihak polisi terkesan lambat melakukan penangkapan terhadap para pelaku, padahal adiknya yang menjadi korban gank motor bukan hanya penganiayaan biasa, tapi penganiayaan berat dengan menggunakan senjata tajam, hingga mengalami luka berat dan mengalami cacat.

“Padahal saya dan kedua saksi yang memberikan keterangan ke penyidik, telah memberikan beberapa nama pelaku yang melakukan penyerangan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Minggu subuh itu (13/3), korban yang saat itu bersama teman temannya sedang bermain gitar di depan rumah, tiba tiba didatangi sekitar puluhan pria yang mengendarai belasan sepeda motor.

Kemudian korban dan teman temannya yang tak tahu menahu, tiba tiba diserang para pelaku tersebut yang saat itu membawa senjata tajam jenis golok

Dengan membabi buta, para pelaku yang akhirnya membacok korban hingga mengalami luka pada telinga kanan dan tangan kiri yang nyaris putus.

“Saat itu adik saya mengalami luka para akibat perlakuan para pelaku yang berjumlah lebih 20 orang, sehingga adik saya mengalami pendarahan banyak, akhirnya dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan, itupun setelah ditolak pihak RS Haji Medan karena kondisi parah adik saya, sebab harus dilakukan operasi, karena telinga kanan adik saya nyaris putus dan tangan kiri adik saya saat ini beberapa jarinya tidak bisa digenggam,” ungkap Fitri Anisah.

Selanjutnya, setelah korban yang telah mengalami operasi hingga mengeluarkan biaya sekitar 50 juta dan hingga saat ini masih terbaring di RSUP H Adam Malik Medan, akhirnya (15/3), Fitri Anisah melaporkan hal itu ke Polrestabes Medan dengan LP/B/846/III/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Poldasu, tanggal 15 Maret 2022.

“Berdasarkan keterangan adik saya dan teman temannya bahwa pelakunya bernama Mamek, Rozi Dwi, Rinaldo dan teman teman lainnya yang belum diketahui namanya,” terang Fitri.

Menurut korban ketika dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (17/3), mengatakan bahwa dirinya diserang membabi buta oleh para pelaku.

” Saya ingat kejadian tersebut dan teman teman saya yang mengetahui kejadian itu, akhirnya mengetahui beberapa nama pelaku penyerangan dengan senjata tajam, namanya Mamek, Rozi, Dwi dan Rinaldo serta teman teman yang lainnya,” kata Ariandi Tampubolon.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino ketika dikonfirmasi melalui WA, Kamis (17/3), mengatakan bahwa saat ini sedang ditangani SatReskrim Polrestabes Medan.

 

Pewarta : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.