Terkait Kelangkaan Migor, Gubernur Lampung berharap ada bantuan Kementerian Perdagangan

MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengancam dua perusahaan eksportir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Lampung tidak bisa melakukan ekspor. Selasa 22 Maret 2022

Jika lanjutnya, perusahaan, belum memenuhi kuota 20 persen penyaluran CPO sesuai domestic market obligation (DMO) atau kewajiban pasar lokal dengan harga Rp9.300 per kg dan Rp10.300 per kg.

Dua perusahaan itu adalah PT Sumber Indah Perkasa (Sinar Mas Group) dan PT Louis Dreyfus Company (LDC). Ketentuan 20 persen CPO untuk DMO itu diatur dalam Permendag nomor 8 Tahun 2022 itu.

Di mana, PT LDC akan menyalurkan 1,2 juta liter dan PT Sumber Indah Perkasa akan menyalurkan 110 juta liter CPO yang disalurkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Arinal mengatakan, dengan bantuan Kementerian Perdagangan dan komitmen produsen di Lampung, diharapkan kelangkaan minyak goreng akan segera selesai. Harganya pun dipastikan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Persoalan kelangkaan ini diharapkan sampai Maret dapat diselesaikan,” kata Arinal yang juga mantan Sekretaris Daerah Lampung ini.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.