Usaha Laundry kiloan di Muara Angke diduga gunakan Air Tanah tanpa izin

MITRAPOL.com, Jakarta – Salah satu pengusaha Laundry Kiloan di wilayah Muara Angke diduga telah menggunakan Air Tanah dengan kedalaman 150 Meter yang diindikasikan berdampak terhadap menurunya permukaan tanah.

Usaha Laundry yang berada di Jalan Dermaga Ujung Muara Angke, Pluit Penjaringan Jakarta Utara itu berdiri diatas tanah perikanan dimana lokasi itu di jual belikan secara ilegal atau di bawah tangan.

Selain menggunakan Air Tanah tanpa izin yang ditentukan oleh pemerintah, usaha laundry kiloan itu juga diduga membuang limbah hasil cuciannya tanpa melalui saringan,

Menurut informasi yang kami dapatkan di lapangan, pengusaha Laundry Kiloan itu juga tidak pernah berkomunikasi atau berkordinasi dengan Ketua Rukun Warga (RW) serta lingkungan setempat.

“Pada saat proses pembangunan tempat itu juga melakukan aktivitas pengeboran untuk dapat menggunakan Air Tanah,” ucap Mr R yang tidak ingin disebut namanya.

“Anda bisa lihat didalam peraturan pemerintah tentang penggunaan Air Tanah Tanpa izin Undang undang pengairan pasal 15 Ayat (1) bunyi seperti apa,” kata dia

“Pasal 15 ayat (1) UU Pengairan, dalam pasal ini berbunyi, para pelanggan akan dapat ancaman hukuman penjara selama 2 tahun atau denda Rp. 5.000.000. setau saya itu bunyinya,” beber dia.

Saat dikonfirmasi Via aplikasi WhatsApp, pemilik usaha Laundry, Gobinsan menjelaskan,”Kenapa wartawan jadi ikut ikutan urusan usahanya, di Muara Angke banyak pak di mana-mana buka laundry, kita juga ikut perkumpulan asosiasi laundry indonesia,” ujarnya.

Lanjutnya,”Pemakaian air sebenarnya saya maunya pake air PAM, tapi karena gak ada gimana, sedangkan nyuci butuh air, tapi boleh di cek pemakaiannya sedikit, saya biasanya perbulan cuman 150 ribu sampai 300 ribu tergantung tarif PAM per kubiknya, sedangkan di Muara Angke masih banyak orang yang menjual air tanah dari sumur bor apa lagi pabrik Pabrik kenapa tidak di permasalahkan, dan untuk sabun kita hanya memakai sabun Soklin dan Rinso Matic, cek aja limbahnya kalau itu bermasalah coba tanya pabriknya saya hanya beli dan pakai,” jelasnya. Sabtu (26/03/22)

Masih kata sang pengusaha Laundry,”Gas 3 kg saya beli mahal bukan 16 -18 Ribu tetapi 20- 22 Ribu, dari yang antar Gas serta beli di warung sekitar mengingat bentuknya kecil dan mudah di bawa untuk dibeli kalau tabung besar jarang yang jual dan berat yang kerja juga wanita, orang yang berdagang untuk usaha UMKN 90℅ menggunakan Gas 3 kg boleh di cek laundry itu UMKN buat apa wawancara ? Pedagang Bakso Gerobak, Sosis Bakar, Martabak dll semua juga pake Gas 3 kg,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta : Shem Mitrapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.