PWC-R Gelar HUT ke-1, Ketua DPP PWC-R Bidang organisasi mengajak awak media jadikan PWC-R sebagai rumah besarnya

MITRAPOL.com, Cirebon – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWC-R) menyelenggarakan Acara Ulang Tahun yang ke 1. Acara di gelar di kantor DPP PWC-R yang beralamat di Griya Qanita Blok A No 3 Jln. Ki Ageng Tapa Kelurahan Pejambon Kecamatan Sumber Cirebon-Jawa Barat, Minggu (27/03/2022).

Acara di hadiri oleh Ketua Umum DPP PWC-R Sudarto beserta jajarannya, Ust. Pak Jam mewakili DKM Griya Qanita, Ketua DPD LAKI Jawa Barat Khoirul Anwar, Perwakilan Mahasiswa IAIN Syeh Nurjati Cirebon Olip, hadir pula perwakilan Indramayu, Majalengka dan Kuningan serta perwakilan dari berbagai Media.

Ketua DPP PWC-R Bidang Organisasi Hadi Supangat yang akrab di sapa Mas Pangat mengatakan, Peringatan PWC-R yang pertama kali di selenggarakan adalah momen mengingatkan sejarah akan sulitnya para Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya yang selalu dihadapankan dengan berbagai persoalan dari oknum-oknum yang kurang paham atas UU No 40 Th 99 tentang Pers yang berfungsi untuk melindungi para awak media didalam tugasnya.

“Dibentuknya PWC-R adalah awal dari persoalan individu awak media yang sering di hadapkan oleh persoalan-persoalan yang pelik, yang kemudian di jadikan obrolan kecil sebagai bahan diskusi dengan rekan-rekan awak media, dari hal tersebut kemudian menjadi ide dan gagasan besar dengan keinginan untuk membentuk paguyuban wartawan Cirebon Raya,” tutur Mas Pangat.

Lebih lanjut Supangat mengatakan, PWC-R adalah suatu wadah bagi para wartawan di Cirebon Raya, sehingga siapapun yang berprofesi sebagai Wartawan boleh bergabung dan menjadikan Kantor PWC-R sebagai Rumah besar para awak media.

Kami mengajak kepada awak media untuk menjadikan PWC-R sebagai Rumah Besar bagi para awak media, sebagi tempat diskusi ngobras (ngobrol cerdas) atau ngopi (ngobrol pinter) tentang berbagai persoalan yang di hadapi oleh para Jurnalis, sekaligus tempat mengadu.

” Saatnya kita membangun kekuatan ilmu bukan otot demi menjaga marwah wartawan dan PWC-R agar profesi wartawan lebih di hargai dengan karya jurnalistiknya,” tutur Mas Pangat.

Banyaknya kekerasan terhadap wartawan di sebabkan masih adanya oknum yang kurang paham tugas wartawan, sehingga wartawan masih di anganggap oknum pengganggu ketenangan para oknum pejabat pemanguku kebijakan masyarakat.

” Padahal tugas wartawan adalah sangat mulya, sebab mengawal rasa keadilan masyarakat untuk mendapatkan keadilan yang sebenarnya dan mengawal keseimbangan yang menjadi hak-hak masyarakat, agar para pemangku kebijakan tidak korup, tidak nepotisme, dan tidak semena-mena terhadap hak-hak warganya, karena adanya pengawalan dari wartawan yang memiliki independensi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

Dalam pidatonya di HUT PWC-R Mas Pangat juga mengajak kepada awak media agar bisa membangun persepsi positif terhadap profesi wartawan dalam melaksanakan jurnalistik yang di imbangi dengan disiplin berpikir disiplin berbicara dan bertindak, sehingga menjadi wartawan yang di segani, bukan di takuti, di segani karena ilmunya yang tertuang dalam karya jurnalistiknya dengan SDM dan pena sakti yang di milikinya .

” Apa lagi wartawan juga bagian dari pilar demokrasi yang termakdup di dalam empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, yang di dalamnya ada perbedaan perbedaan tapi tetap satu tujuan untuk membangun Bangsa lewat SDM,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.