1 Mei hari kembalinya Papua ke Pangkuan NKRI

MITRAPOL.com, Jakarta – Pemerintah dan sekelompok masyarakat Papua jelang hari buruh Internasional 1 Mei mendatang berencana akan mengadakan kegiatan perayaan terkait gerakan Papua merdeka

Bagi kelompok yang menyuarakan separatisme diperingati sebagai hari Aneksasi atau pencaplokan Papua oleh NKRI, dihari itu juga karna menjadi kalender kamtibmas,Aparat disiagakan untuk mengawal aksi masa.

Ketua umum DPN pemuda adat papua (PAP) menyatakan,” bahwa tanggal 1 mei merupakan hari kembalinya PAPUA ke Indonesia, hal ini sudah tidak bisa dibantah ataupun diubah lagi karena sudah tertuang dalam Penentuan Pendapat rakyat atau PEPERA.

Ketua menyatakan lebih lanjut,” Kembalinya Irian Barat ke dalam NKRI tidak terlepas dari berbagai persoalan dan konflik yang terjadi antara Indonesia dan Belanda yang pada saat itu masih menguasai Irian (Papua).

Dalam perjuangan guna mencapai tujuan masing-masing pihak, beberapa perundingan pun telah dilalui antara Indonesia dan Belanda yang dimulai pada suatu perundingan yang kita kenal sebagai Konferensi meja bundar (1949) hingga sampai kepada New York Agreement (1962) yang menjadi titik terang kembalinya Irian Barat ke Indonesia.

Seperti yang pernah disampaikan oleh tokoh pejuang Papua sekaligus saksi sejarah Penentuan Pendapat Rakyat Papua (Pepera) 1969 Bapak Ramses Ohee menegaskan “jika Papua sudah sah dan kembali kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tanggal 1 Mei 1963 silam.”

Namun saat ini, masih ada kelompok yang terus mengangkat atau gencar menyuarakan 1 Mei sebagai hari aneksasi atau pencaplokan Papua oleh NKRI, seperti KNPB dan kelompok-kelompok separatis lainnya.

“Sejarah jangan diputar balik, orang-orang tua kita yang menjadi pelaku sejarah pejuang PEPERA telah menyatakan diri bergabung dengan NKRI pada masa itu.”

Oleh karenanya kami menghimbau dan mengingatkan kepada saudara-saudara saya yang masih berpikir separatis untuk berhenti membangun ideologi Papua merdeka dan sadar bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak termakan dengan isu2 demontrasi atau ajakan2 untuk berkumpul dan berserikan untuk menyampaikan pendapat terkait menolak DOB dan meminta referendum di Papua dengan narasi yang menyesatkan yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dan terus melakukan2 aksi2 yang mengganggu stabilitas kamtibmas di Papua

“Kita juga harus melawan kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI karena mereka bagian dari separatis yang mencoba untuk menagacaukan keamanan dan ketertiban di Papua.”

Dengan kemerdekaan yang kita rasakan saat ini, perlu kita syukuri, dan kita hargai para orang-orang tua kita yang telah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk kemerdekaan sampai sekarang, kita semua harus bergandeng tangan untuk melawan paham kelompok yang bertentangan dengan,” tutupnya.

 

Pewarta : Desy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.