Diduga “Jual Beli Hukum” KIBAR Aceh Laporkan Oknum Jaksa ke Kejagung

MITRAPOL.com, Kota Langsa – Seorang oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Langsa, dilaporkan oleh Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Oknum Jaksa berinisial Ed, yang menjabat sebagai seorang Kasi di Kejari Langsa itu dilaporkan ke Kejagung karena dituduh telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap terdakwa dalam sebuah kasus tindak pidana yang sedang bergulir di pengadilan.

Ketua DPD KIBAR Aceh, Muslim, SE sendiri merasakan apa yang dilakukan oknum Jaksa itu bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Bahkan, Muslim sendiri mengaku juga diperas oleh oknum Jaksa tersebut.

Pria yang akrab disapa Cut Lem ini mengungkap, peran yang dimainkan oleh oknum Jaksa dari Kejari Langsa ini memainkan perannya dengan merambah kedua sisi pihak yang sedang berperkara.

Di satu sisi, Muslim bersama seorang rekan Ibnu Hajar, yang kini telah meninggal dunia, menjadi tersangka dalam kasus yang dilaporkan oleh Wali Kota Langsa Usman Abdullah, diminta uang oleh oknum Jaksa tersebut.

Sementara di sisi lain, Wali Kota Langsa yang menjadi pelapor dalam kasus ini, menurut penuturan Muslim diduga juga diminta uang oleh oknum Jaksa tersebut untuk membantu pelapor memberatkan tuntutan hukuman penjara kepada Muslim dan rekannya.

“Saya terima saja dari pihak pak walikota, bahkan jumlahnya dua kali lipat dari yang saya minta sama kalian,” kata Muslim menirukan ucapan oknum Jaksa berinisial Ed itu kepada dirinya.

Dalam press rilis yang diterima MITRAPOL.com, Kamis 14 April 2022, Muslim yang juga Ketua DPD KIBAR Aceh itu mengungkap, oknum Jaksa itu bahkan mengancam akan menuntut dirinya dengan tuntutan dua tahun penjara.

Karena menurutnya, tindakan oknum Jaksa itu sangat meresahkan, ia dan tim berinisiatif melakukan investigasi dan mengaku menemukan fakta yang mengejutkan dari berbagai kasus yang ditangani oknum Jaksa itu.

Dia mengatakan bahwa oknum Jaksa Ed tersebut memang kerap meminta duit kepada pihak yang sedang dalam perkara. “Berdasarkan hasil investigasi dari tim KIBAR Aceh, selama bertugas di Kota Langsa, hampir semua kasus yang ditangani oleh saudara Jaksa Ed selalu bernego dengan uang. Jaksa Ed melakukan jual beli hukum,” tegasnya.

Gara-gara tindakan oknum Jaksa tersebut, kata Muslim, sehingga “hukum tidak berpihak kepada yang benar tapi hukum berpihak kepada yang bayar.

“Sehingga terhambatnya penegakan supremasi hukum, ini sangat bertentangan dengan motto lembaga Adyaksa sendiri,” imbuhnya.

Itu pula sebabnya, DPD KIBAR Aceh melaporkan tindakan oknum Jaksa itu ke Kejagung, agar Jaksa Ed ini ditindak, dibina dan diproses secara hukum agar tidak merusak citra lembaga penegakan hukum tersebut di mata publik.

“Apalagi tindakannya sangat merugikan masyarakat yang mencari keadilan hukum. Mohon kiranya ini menjadi perhatian Bapak Kajagung RI beserta jajarannya,” harap Muslim.

Belum ada pernyataan dari Kejari Langsa maupun oknum Jaksa Ed atas laporan terkait dugaan pemerasan yang dilaporkan oleh DPD KIBAR Aceh ini. Sementara Ketua DPD KIBAR Aceh sendiri mengaku dan menegaskan siap bertanggung jawab atas laporannya ini.

Media Mitrapol masih menunggu konfirmasi dari semua pihak terkait pemberitaan ini.

 

Pewarta : T. Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.