Pemkab Buton Utara Gelar Rapat Sosialisasi Tentang Pengembangan Jagung Kining di Aula Bapeda

MITRAPOL.com, Buton utara – Pemerintah Daerah (Pemdah) Kabupaten Buton Utara Melalui dinas pertanian kabupaten buton utara Menggelar Rapat Sosialisasi Program pengembangan jagung kuning, kegiatan itu dilaksanakan di aula Bappeda pada, Sabtu 16 april 2022

Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh wakil bupati Buton utara Ahali,SH,.MH dan memaparkan hasil kunjungan study tiru tentang pengembangan jagung kuning di kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan

Dalam sambutanya Wakil Bupati Butur Ahali mengatakan bahwa pada tanggal 20 sampai 23 Maret 2022 yang lalu telah dilaksanakan kunjungan studi tiru di kabupaten Bone guna untuk mempelajari manajemen pengembangan jagung kuning.

“Adapun sistem pengembangan jagung kuning dikabupaten Bone dapat kita implementasikan pada petani jagung kuning dan kita terapkan kembali di daerah kita,” ungkapnya

Terkait dengan itu Wabup Butur menjelaskan bahwa dalam pengembangan jagung kuning di kabupaten Butur maka yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah pasaran kesiapan alat mesin pertanian serta sarana pascapanen lainya.

Dikatakan bahwa Program pengembangan jagung ini harus didukung oleh persiapan sarana berupa gudang penyimpanan, pengering, alat pipil, dan lain-lain.

Lanju dia, Kemudian kita perlu demplot tanaman jagung agar dapat kita terapkan satu inovasi tekhnologi pengembangan jagung yang kemudian kita dapat transfer ilmu kepada para petani,” ucapnya

Melalui kegiatan tersebut ia berharap semoga berjalan dengan lancar dan sukses penyelenggaraan kegiatan pengembangan jagung kuning di kabupaten Butur.

Untuk dapat diketahui, adapun sistem manajemen pengembangan jagung kuning hasil studi tiru oleh pemkab Butur di kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan yaitu:

1. Sistem manajemen pada peningkatan produksi jagung kuning dengan mengadopsi teknologi pertanian yang tepat.

2. Meningkatkan potensi lahan untuk meningkatkan produksi jagung kuning.

3. Melakukan kemitraan dengan pihak industri untuk memperoleh pasar.

4. Meningkatkan sumber daya manusia dengan melalui pelatihan petani maupun petugas penyuluh lapangan

5. Melakukan pengaturan jadwal tanam dan memonitor perkembangan harga jagung di daerah lain.

6. Petugas penyuluh lapangan memberikan pelatihan pengendalian hama penyakit.

 

Pewarta : David wiridin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.