Laporan Kaus Jalan di tempat, Pelapor Desak Kapolsek Poigar Seriusi Laporan Penganiayaan

MITRAPOL.com, BOLMONG – Dugaan Kasus ‘Penganiayaan’ yang dilakukan Oknum Inisial MW Alias Lona (Terlapor), dan sudah Dilaporkan oleh Korban Inisial MA alias Ella ( Pelapor), terhitung sejak 17 Oktober 2021, lalu diminta dapat diseriusi oleh Kapolsek Poigar.

Hal ini berdasarkan Laporan Polisi. bernomor: LP/78/X/2021/SEK-POIGAR,Tanggal 17 Oktober 2021. Tahun lalu

Pada awak media Ella (Pelapor) mendesak kepada Kapolsek Kecamatan Poigar untuk dapat mempercepat proses perkara yang dilaporkan, sehingga penegakan hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya.

” Laporan saya sudah dilayangkan sejak 17 Oktober 2021, tahun lalu, Tapi anehnya pihak penyidik belum juga melimpahkan perkara tersebut ke kejaksaan. Ada apa,” ucap Pelapor pada awak media, Senin 18 April 2022.

Dikatakan Pelapor, perkara ini murni pidana, bukan sebatas kasus tipiring yang kemudian bisa di ulur dan tidak memiliki batasan waktu pelimpahan.

” Pak pada saat itu saya dalam kondisi hamil, dan di aniaya oleh terlapor, hingga saya keguguran dan anak saya meninggal dunia bebernya.

Dirinya berharap Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Dr. Nova Irone Surentu SH.MH. dapat melihat persoalan ini secara bijak, Apa Lagi ada kesan laporan yang dilayangkan ucap Pelapor di perlambat, sisi lain sudah memasuki 8 bulan belum jelas perkembangannya.

” Diminta ibu Kapolres Bolmong bisa mempercepat perkara yang dilaporkan, Karena akibat ‘Penganiayaan tersebut, saya mengalami keguguran dan anak saya meninggal dunia,” Pintah Pelapor MA alias Ella.

Terpisah, Kapolsek Poigar Iptu Tezza Arbie, ketika di konfirmasi, mengakui bahwa perkara yang dilaporkan sudah dalam proses penanganan penyidik saat ini.

” ia pak laporannya sudah dalam proses, ,kemarin penyidik sudah melakukan gelar perkara di Polres Bolmong atas persoalan yang dilaporkan itu,” kata Kapolsek menjawab konfirmasi.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, Tidak ada laporan yang di perlambat, semua ditangani berdasarkan ketentuan dan prosedur hukum yang ada.

“Semua kami lakukan sesuai SOP pak, untuk persoalan meninggalnya bayi yang dikandung oleh Pelapor, hal itu perlu di buktikan, Karena penyidik bekerja secara profesional berdasarkan bukti, yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Disinggung menyangkut meninggalnya bayi yang dikandung oleh pihak pelapor tersebut, dijawab oleh Kapolsek , Kami belum tau, hasil visum itu tidak ada. Yang ada hanya visum pada saat peristiwa itu terjadi, bukan masalah bayi yang meninggal.

” Masalah bayi yang meninggal perlu pendalaman lagi, tentunya penyidik akan memanggil dulu pihak Rumah sakit dan dokter yang menangani pada saat pelapor dirawat di Rumah Sakit tersebut untuk dimintai keterangan apakah ada unsure penyebabnya atau tidak,” tegas Kapolsek.

Seraya menambahkan, bahwa semua persoalan yang dilaporkan di Polsek Poigar, tidak perna penyidik memperlambat atau menahan perkara itu, Tapi bagaimana kemudian penyidik melengkapi semua unsure pembuktian lebih awal sebelum naik sidik,” Tandas Kapolsek Poigar Iptu Tezza Arbie menjawab konfirmasi Awak media Senin 18 April 2022.

 

Pewarta : Chandra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.