Kelola anggaran 2 M, Diduga Kepsek SMKS PGRI Pasir Sakti Lamtim, selewengkan anggaran Dana BOS

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Besarnya nilai anggaran Dana BOS di SMKS PGRI Pasir Sakti Lampung Timur, selama kurun waktu dua tahun sejak 2020 – 2021, mencapai hingga miliaran. Tidak tanggung – tanggung anggaran yang diterima pihak sekolah SMKS PGRI Pasir Sakti berasal dari dua anggaran Dana BOS. Yakni, bantuan anggaran Dana BOS SMKS PGRI Pasir Sakti dan bantuan anggaran Dana BOS SMP PGRI Pasir Sakti. Padahal, sekolah keduanya dalam satu lokasi lingkungan sekolah.

Melihat dari laporan pihak sekolah SMKS Pasir Sakti Lamtim, ada biaya di masing – masing komponen yang sangatlah menonjol dan patut dipertanyakan. Sehingga terindikasi adanya penyelewengan anggaran Dana BOS.

Saat di temui tim media, Kepsek SMKS Pasir Sakti Lamtim, Eko Budi Santoso tidak berada di sekolah. Pihak keamanan menjelaskan, bahwa kepsek dan dewan guru serta seluruh siswa sudah pulang.

” Pak Eko sudah pulang , pak. Rumahnya di sekitar sini. Saya baru kerja delapan bulan ,” jelas pihak keamanan.

Ditambahkannya, mengenai perbaikan gedung sekolah. Pihak keamanan menjelaskan, jika perbaikan belum lama dilaksanakan.

” Kalau pengecatan gedung SMK ini, warna biru pada awal bulan puasa kemarin ditahun 2022 ,” jelasnya.

Atas dasar penjelasan dan bukti dilapangan, sepertinya pihak sekolah tidak melaksanakan perbaikan dan pemeliharaan sarpras. Salah satunya adalah pengecatan gedung sekolah. Sehingga ada indikasi anggaran Dana BOS di tahun sebelumnya telah diselewengkan.

Adapun penerimaan anggaran Dana BOS SMKS PGRI Pasir Sakti , selama dua tahun Rp. 2.212.640.000 terdiri dari :

🔴Penerimaan Dana BOS Tahun 2020 Rp. 1.072.480.000

Indikasi adanya penyelewengan dan patut dipertanyakan terdapat dalam komponen :

✅ Biaya Asesmen pembelajaran Rp. 50.261.500
✅ Biaya Administrasi sekolah Rp.283.585.000
✅ Biaya pemeliharaan sarpras Rp.37.857.500
✅ Biaya penyedia alat multi media Rp.70.723.000
✅ Biaya berlangganan daya dan jasa Rp. 75.783.500

🔴Penerimaan Dana BOS Tahun 2021 Rp. 1.140.160.000

Indikasi adanya penyelewengan dan patut dipertanyakan terdapat dalam komponen :

✅ Biaya pembelajaran ekstrakurikuler Rp. 88.596.000
✅ Biaya Asesmen pembelajaran Rp.103.755.500
✅ Biaya administrasi sekolah Rp.196.571.000
✅ Biaya pemeliharaan sarpras Rp. 56.645.000

Laporan dari penggunaan Dana BOS diatas adalah sebagian dari data yang telah dilaporkan oleh pihak sekolah. Masih ada biaya dalam komponen lainnya dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.

Diharapkan kepada APH ( Aparat Penegak Hukum ) dapat menindaklanjutinya. Apabila ini ditindaklanjuti dan diproses secara hukum. Maka dapat membuat efek jera bagi oknum Kepsek nakal lainnya.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.