Puluhan Advocade dari Ferari dan serikat buruh FSPIP datangi polres demak

MITRAPOL.com, Demak jateng – Puluhan Advokat yang tergabung dalam Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari), mendatangi Polres Demak, Rabu (27/4/2022) siang.

Kedatangan 22 Advokat ini sebagai tindak lanjut kasus seorang HRD PT Lucky Textile Semarang, yang melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) terhadap PT Lucky Textile Semarang yang melakukan PHK terhadap dua karyawannya.

Ketua DPP FSPIP, Karmanto, mengatakan, kejadian tersebut, berawal dari unggahan di media sosial terkait PHK sepihak yang diterima oleh dua orang karyawan perusahan, bernama, Choirul Adib dan Ade Setio, pada tahun 2020 silam.

Setelah dilakukan mediasi, munculah surat keputusan damai antara pihak perusahaan dan DPP FSPIP yang dilakukan di kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah.

Saya kesini (Polres Demak) dengan didampingi 22 solidaritas advokat, memenuhi panggilan, terkait laporan yang dilakukan oleh HRD PT Textile Semarang, yang sudah dilakukan keputusan damai pada Januari 2021 lalu,” ucapnya.

“Kami juga tidak faham, kenapa hal ini diungkit lagi, dan Polres Demak kembali melanjutkan kasus tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Ferari Jawa Tengah, Hendra Wijaya, mengatakan bahwa ada 22 advokat yang akan melakukan pendampingan hukum terhadap Karmanto, hingga tuntas.

Pasalnya, pihaknya menemukan beberapa kejanggalan, terkait laporan yang justru dilakukan oleh HRD perusahaan.

“Kalau perusahaan yang dirugikan, seharusnya, kuasa hukum PT Lucky Textile Semarang yang melaporkan. Bukan pengaduan masyarakat atas nama Dwi Murniati, selaku HRD perusahaan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, dalam laporan yang dilakukan, tertulis postingan klien tertanggal 20 Desember 2020.

Padahal, klien kami memosting di medsos pada tanggal 22 Desember 2022. Ini artinya, laporan tersebut bisa dikatakan laporan palsu,” terangnya.

Selain itu, Hendra melanjutkan, dalam kesepakatan damai, kliennya juga sudah menghapus postingan tersebut.

Padahal kasus tersebut pernah disepakati damai beberapa lalu dan kini kembali diungkit.

“Kesepakatan damai sudah ada, kenapa penyidik Polres Demak melakukan panggilan penyidikan kembali. Itu sudah setahun yang lalu,” tambahnya

Saat ini, pihaknya masih menunggu klarifikasi terkait dilanjut kembalinya kasus tersebut.

“Kami beri waktu 7 hari untuk PT Textile Semarang untuk memberikan klarifikasi. Jika tidak ada jawaban, selanjutnya, tim Ferari akan melakukan upaya hukum,” tandasnya.

 

Pewarta : Safik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.