Penghujung Ramadhan, Masjid Nurul Huda Tejoagung Metro Timur laksanakan Tausiah dan Tasyakuran Hatam Alquran

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah yang sudah di depan mata. Bagi kebanyakan umat Islam, tentu saja rasa sedih melingkupi mereka yang harus berpisah dengan bulan mulia penuh berkah ini.

Mengingat, hampir satu bulan lamanya umat Islam mengisi Ramadhan dengan makan sahur, berbuka puasa bersama, menunaikan shalat tarawih berjamaah, melakukan tilawah Al Quran, shalat berjamaah di setiap shalat wajib, mendengarkan ceramah-ceramah agama, bersedekah, beriktikaf, bermunajat, serta melakukan amalan-amalan baik lainnya.

Di ketahui , pada penghujung ramadhan pengurus Masjid Nurul Huda Tejoagung Metro Timur, melaksanakan kegiatan tausiah rutin pada Jumat sore bada sholat azhar. Sekaligus dilanjutkan doa tasyakuran bagi para jamaah yang telah hatam membaca alquran dibulan ramadhan.

Mengutip Tausiah yang disampaikan oleh ustad Haikal , bahwa tentang kecintaan seorang umat manusia kepada Allah SWT di Bulan Suci Ramadhan.

“Nilai ibadah atau pahala bagi seorang manusia ( muslim ) yang di janjikan Allah swt, jika kita berpuasa di bulan suci ramadahan tujuh puluh kali lipat. Banyak nilai – nilai yang bisa mendekatkan kita kepada Allah swt. Salah satunya kita berkumpul di masjid yakni adalah rumah Allah,” kata ustad didepan para jamaah, Jumat ( 29/4/2022 ).

Ditambahkannya, sebagai gambaran begitu besar ciptaannya dan tanpa disadari umat muslim dan kewajiban seorang muslim sholat di masjid.

“Siapa yang menciptakan kita , Allah…siapa yang menciptakan langit, Allah….siapa yang menciptakan Bumi, Allah….siapa yang menciptakan bulan, Allah…Apakah kalian cinta kepada Allah.. Oleh karenanya sebagai bukti cinta kita kepada Allah, kita saat ini berada di rumah Allah. Tandanya adalah kita pun wajib mengerjakan sholat lima waktu di masjid dan bukti ketaatan kita melaksanakan ibadah kepada Allah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ustad Haikal mengingatkan para jamaah agar di penghujung Ramadhan tidak melupakan kewajiban menunaikan zakat, baik fitrah maupun zakat maal.

Menurut dia, zakat fitrah merupakan simbol kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Zakat fitrah juga menjadi syarat utama sebelum amalan Ramadhan diterima Allah SWT.

“Kita semua berdosa apabila di hari Idul Fitri nanti, masih ada yang tidak bisa turut menikmati kebahagiaan. Oleh sebab itu, zakat fitrah ini begitu diutamakan,” katanya.

Zakat fitrah bertujuan membebaskan kefakiran pada Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan secara umum zakat artinya membersihkan, bisa juga berarti menyucikan. Pembersihan ini dalam arti secara fisik dan secara nonfisik (spiritual).

Usai menyampaikan tausiah, ustad Haikal memimpin doa berbuka puasa bersama dan dilanjutkan doa tasyakuran bagi para jamaah yang telah hatam membaca alquran di bulan suci ramadhan.

Turut hadir, Ustad Haikal dari ACM Kota Metro, Ketua Masjid Nurul Huda Tejoagung Metro Timur, Hi Sutarman serta pengurus, jamaah dan para santri dari warga sekitar.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.