Kelola anggaran 4,3 M, Sewa Randis Pejabat IAIN Metro Terindikasi Korupsi

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Fakta mengejutkan dari data yang dapat dipertanggung jawabkan tentang jumlah nilai anggaran-anggaran yang dikelola dari pengadaan langsung oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro. Pasalnya anggaran-anggaran yang mencapai miliaran dan diduga terindikasi korupsi.

Pada tahun 2022, pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro telah menganggarkan dana hingga mencapai miliaran yang diperuntukkan bagi sewa/rental kendaraan dinas (randis) untuk pejabat-pejabat setempat.

Adapun keseluruhan dana anggaran bagi sewa/rental kendaraan dinas dari pengadaan langsung sebesar πŸ”΄ Rp. 4.340.928.000 dengan rincian anggaran sebagai berikut :

βœ…. Biaya sewa 1 unit kendaraan untuk Pejabat Eselon I (12 bulan) Rp. 196.512.000

βœ…. Biaya sewa 9 unit kendaraan untuk Pejabat Eselon II (12 bulan) Rp. 1.208.520.000

βœ…. Biaya sewa 7 unit kendaraan untuk Pejabat Eselon III (12 bulan) Rp. 561.960.000

βœ…. Biaya sewa 3 unit kendaraan operasional Pascasarjana dan Lembaga (12 bulan) Rp. 203.472.000

βœ…. Biaya sewa kendaraan dinas Pejabat dan Operasional layanan Pendidikan Tinggi (12 bulan) Rp. 2.170.464.000

Berdasarkan uraian data diatas, kemudian tim media mencoba menemui pihak IAIN Metro. Hal ini berguna untuk meminta penjelasan terkait penggunaan dana anggaran-anggaran tersebut.

Saat ditemui, Dr. Dri Santoso, M.H. sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Metro, mengungkapkan, tentang kebenaran data anggaran sewa kendaraan dinas (randis) berjenis Toyota Fortuner, Inova, Rush dan Avanza bagi pejabat-pejabat setempat.

“Sewa mobilnya bener, bukan cuma Eselon. Bahasa SBN itu, Eselon 1, Eselon II dan Operasional. Kalau tidak pakai bahasa itu suruh pulangin duitnya sama irjen. Eselon 1 (Rektor), Eselon 2 (Warek dan Kabag) dan Operasional. Eselon 3 enggak ada di SBN. Dia pake untuk kendaraan operasional, bukan Eselon 3,” ungkap Dri Santoso saat ditemui tim awak media di ruang kerjanya, Selasa (10/5) siang.

Dri Santoso juga menambahkan, jika sewa/rental kendaraan dinas bagi pejabat IAIN Metro, telah sesuai dengan aturan dan melalui perusahaan penyewaan resmi di Jakarta.

“Kerjasamanya dengan TRAC langsung ke Jakarta. Kita pake E-Katalog. Mereka tawarkan itu di online dan ini mobil baru. Jadi kontraknya tiga tahun, tapi belum saya menjabat dan saya hanya melanjutkan saja. Kontraknya yang lama,” tambahnya.

Dri juga mengakui, jika dirinya baru menjabat dan menangani persoalan tersebut. Selain itu, mengingat kontrak sewa kendaraan bersama TRAC sudah berjalan lama. Ia mengatakan, bahwa pihaknya pernah berencana akan memutus kontrak kerjasama tersebut.

“Saya menjabat bulan April 2021, kontrak mobil ini dari Januari 2021. Saya ngelanjutin, kecuali bu rektor mobil sudah tiga tahun, dan dapat lagi mobil baru. Kalau yang Warek – Warek dan operasional itu hanya ngelanjutin. Kita tadinya mau pindah, cuman takut banyak masalah, pusing. Karena sudah kontrak tiga tahun,” kata Dri Santoso.

Pada kesempatan itu, Dri Santoso menjelaskan dari jenis-jenis kendaraan dinas yang disewa dan dipegang oleh sejumlah pejabat-pejabat IAIN Metro.

“Rektor pake mobil Fortuner, Eselon II mobil Inova, mobil operasional Avanza. Pokoknya mobil plat AAD itu mobil TRAC,” tutup Dri Santoso.

Selanjutnya, tim media juga mencoba menghubungi inisial “D” selaku pihak penyewaan rental kendaraan dari TRAC di no.handphone +62 813-1551- XXXX. Saat dihubungi, telpon aktif, namun tidak dijawab. Bahkan, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak TRAC kepada tim awak media.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.