Laporan pengrusakan yang diduga dilakukan oleh PT AS. belum ada kejelasan

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Laporan hanyalah tinggal menjadi tumpukan kertas tak berguna, begitulah jika diibaratkan laporan Afdanenni, seorang korban pengrusakan di lahan miliknya di Komplek Taman Citra Marelan yang sudah membuat laporan di Ditreskrimum Polda Sumut sejak Januari lalu namun tak ada perkembangan sama sekali.

Berdasarkan Surat Tanda Laporan Polisi nomor : STTLP/B/160/1/SPKT/POLDA SUMUT, Afdanenni melaporkan kejadian pengrusakan yang terjadi di tanah miliknya.

Kejadian berawal pada Januari 2022 lalu Afdanenni membuat spanduk di lahan miliknya sebagai bentuk kepemilikan lahan guna tidak ada yang akan mengganggunya.

Ia membuat spanduk tersebut berdasarkan surat sertifikat kepemilikan tanah yang sah secara hukum miliknya.

Nah tanpa diketahui dan izin oleh pelapor, pihak PT AS menghancurkan spanduk miliknya dan membuat spanduk bertuliskan “Kavlingan Alam Semesta”, sambung pelapor.

Pelapor juga menjelaskan bahwa lahan miliknya adalah lahan yang tidak boleh di bangun oleh pemerintah daerah karena merupakan lahan hijau dan lokasi tersebut merupakan sungai mati yang menjadi tempat aliran air, namun pihak PT AS secara sepihak menimbun lahan hijau dan sungai mati tersebut tanpa memikirkan dampak akibat perbuatannya.

Afenenni juga menjelaskan bahwa ia kecewa kepada pihak Ditreskrimum yang sampai saat ini tidak merespon laporan polisinya, padahal dengan jelas Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri agar jajarannya harus memberantas praktik mafia tanah.

Saat awak media mengkonfirmasi terkait laporan Afenenni kepada Dir Krimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, tak menjawab apapun.

 

Pewarta : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.