Ungkap dugaan Korupsi Dana BOS 3,1 M, Saat ditemui Kepsek SMKN 2 Bandar Lampung berdalih sakit

MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Sepertinya budaya korupsi masih saja banyak terjadi pada dunia pendidikan. Dengan mengelola anggaran cukup besar melalui Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari pemerintah hingga ratusan juta rupiah untuk kepentingan perbaikan demi kemajuan sekolah. Namun, justru sebagian oknum kepala sekolah nakal dengan mudah mengotak-atik anggaran dengan membuat laporan palsu dan tidak sesuai dengan penggunaan anggaran sebenarnya.

Salah satu dugaan terjadinya korupsi terlihat dalam laporan dibeberapa komponen anggaran Dana BOS dan telah dilaporkan secara online oleh pihak SMKN 2 Bandar Lampung.

Pada tahun 2021, SMKN 2 Bandar Lampung, telah menerima anggaran Dana BOS senilai Rp. 3.131.520.000 terbagi dalam empat tahap :

✳ Tahap I Rp.921.600.000
✳ Tahap II Rp. 1.228.160.000
✳ Tahap III Rp. 981.120.000
✳ Tahap IV Rp. 640.000

Selanjutnya, dalam laporan tersebut ada tiga komponen biaya yang sangat menonjol dan sangat fantastis. Sehingga diduga ada penyelewengan dari anggaran Dana BOS di SMKN 2 Bandar Lampung, yakni :

🔴 Biaya pengembangan Perpustakaan Rp. 589.774.000

Faktanya : Pihak sekolah enggan menemui tim media dan berasalan sedang tidak enak badan.

🔴 Biaya pembelajaran Ekstrakurikuler Rp. 641.202.590

Faktanya : Sejak bulan April tahun 2020, terjadiwabah pandemi Covid-19.

🔴 Biaya pemeliharaan Sarana dan Prasarana ( sarpras ) Rp. 798.101.435

Faktanya : Ada sebagian gedung-gedung kelas di SMKN 2 Bandar Lampung, tidak dilakukan perbaikan sarana dan prasana (sarpras) yaitu pengecatan serta perbaikan plafon jebol.

Melihat dari laporan tersebut, terlihat jelas pada tiga point komponen telah terjadi dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum Kepala SMKN 2 Bandar Lampung. Kemudian, tim media mencoba menemui pihak sekolah SMKN 2 Bandar Lampung. Langkah ini guna mempertanyakan kebenaran serta membandingkan dengan fakta dari laporan penggunaan Dana BOS tersebut.

Saat ditemui pagi hari, Maryadi mewakili Kepala SMKN 2 Bandar Lampung, Drs. Moh. Edy Harjito mengatakan, bahwa sang Kepala SMKN 2 Bandar Lampung sedang melakukan rapat pertemuan di sekolah.

“Bapak Kepala Sekolah sedang rapat bersama para Wali murid.Tulis saja pesan dan no.hp nanti saya sampaikan,” kata Maryadi kepada tim media, Selasa ( 17/5 ).

Atas janji staf tersebut, kemudian siang harinya tim media kembali menemuinya. Namun, sang Kepsek SMKN 2 Bandar Lampung, tetap enggan menemui.

“Pesan sudah saya sampaikan, Pak Edi sedang enggak enak dan saya salah satu staf tata usaha,” tutup Maryadi untuk kedua kalinya.

Dengan ada bukti-bukti tersebut diharapkan kepada aparat penegak hukum dapat memeriksa oknum Kepsek SMKN 2 Bandar Lampung. Sehingga budaya korupsi ini tidak menyebar di sekolah lainnya di wilayah Bandar Lampung.

 

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.